Silaturahmi? Ya .. ya .. ya

Standard

Dalam beberapa hari ini, saya sengaja menghadiri pertemuan menyambut mahasiswa-mahasiswa baru di Groningen. Sabtu lalu (8/9/07), pertemuan diselenggarakan oleh deGromiest, organisasi khusus bagi mahasiswa/i beragama muslim di Groningen. Inisiasi kegiatan selain bersilaturahmi juga dimaksudkan untuk pembentukan kepengurusan ramadhan. Mereka menyebutkan sebagai Gerakan Pecinta Ramadhan. Untuk menyambut datangnya bulan ramadhan. Ah sudah Ramadhan lagi. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan …

Dan baru tadi malam (10/9/07), pihak PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Groningen juga mengadakan hal serupa. Dengan suasana lebih nasional karena memang mentarget semua pelajar dari tanah air.

Wow, wow, ternyata cukup banyak sekali komunitas muslim dan pelajar Indonesia yang berada di Groningen. Rata-rata yang datang di tiap pertemuan mencapai lebih dari 50an orang, yang sebagian besar adalah anggota baru Groningen’students. Welcome!

Tapi apapun bentuk kegiatannya itu, intinya adalah bersilaturahmi, mempererat persaudaraan. Jadi ingat kata pepatah: Tidak kenal maka tidak sayang. Ada benarnya juga. Apalagi bagi sesama rekan mahasiswa yang bersekolah di sini, baik di strata s1, s2 bahkan s3. Dan sebagian besar berstatus ‘single’, karena setidaknya jauh dari sanak keluarga. Alangkah bahagianya bisa bertemu dengan temen senasib dan seperjuangan. Inilah silaturahmi.

Saya jadi teringat sebuah hadist Nabi SAW yang berbunyi: ‘Barangsiapa yang senang jika dilapangkan rizkinya atau diakhirkan ajalnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi’ (HR. Muslim dan HR Bukhari).

Dalam Al-Quran pun cukup jelas dijabarkan bahwa silaturahmi merupakan perintah kedua setelah perintah taqwa, “Wat taqullâhal ladzîna tasâalûna bihî wal arhâm. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling memohon dan peliharalah silaturahim.” (QS. An-Nisa 1). Beberapa ayat lain, misalnya QS. Al-Hujurat 10: “Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah pertentangan di antara kamu dan bertaqwalah kepada Allah.”

Perintah taqwa selalu digandengkan dengan perintah menyambungkan silaturahim. Lebih tegas dalam Surat Ar-Ra’du ayat 21 pun menyebutkan bahwa orang yang beruntung bisa bergabung di Akhirat bersama seluruh keluarganya itu juga adalah orang yang yakhsyawna rabbahum, yang bertaqwa kepada Tuhannya. Taqwa dan silaturahim selalu digandengkan di dalam Al-Quran. Itu adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan. Artinya, kalau orang itu taqwa kepada Allah, tentu dia akan menyambungkan silaturahim dan kalau dia tidak taqwa kepada Allah, tentu dia akan memutuskan silaturahim. Surat Muhammad ayat 22 menyebutkan, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan kekeluargaan?”

Semoga dimanapun kita berada, tali persaudaraan akan selalu terjalin. Amin amin amin. Lagi pula, emang enak musuhan?

5 thoughts on “Silaturahmi? Ya .. ya .. ya

  1. Its like you read my mind! You seem to know so much about this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with a few pics to drive the message home a little bit, but other than that, this is great blog. An excellent read. I will certainly be back. gbfdaeedcfdb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s