Mengenal Riset Kualitatif

Standard

Berangkat dari riset kuantitatif yang selama ini sudah menjadi semacam tradisi riset di lembaga saya bekerja. Menyimak materi kajian mengenai riset kualitatif membawa nafas segar bagi pikiran. Setidaknya mungkin itu yang dirasakan oleh sebagian besar mahasiswa (termasuk saya) yang mengikuti kuliah Umum yang diberikan oleh Dr. Bartjan Pennink, Pakar Riset Kualitatif dari Faculty of Economics and Business, Groningen bulan April lalu di MM UGM. Beruntung saya bisa mengikuti acara tersebut.

Apa itu riset kualitatif? Apakah perbedaan mendasar dari riset berbasis kuantitatif? Data yang digunakan kah? Pendekatan yang diambil? Atau apa?

Merujuk teori metode penelitian, sudah jamak dikenal bahwa pendekatan riset yang lazim dilakukan adalah riset kuantitatif dan kualitatif. Riset kuantitatif umumnya digunakan untuk mencari jawaban atas serangkaian argumen awal (dugaan) yang berbasis teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Maka tidaklah mengherankan, pendekatan riset ini biasanya dengan membuat serangkaian hipotesis untuk diuji kebenarannya. Dengan tools statistik (apakah itu uji beda, uji korelasi, uji regresi dan lainnya). Dengan kata lain, pendekatan ini mengajak peneliti untuk membuktikan teori sebelumnya dengan kondisi yang ada sekarang ini (yang sedang diuji), apakah mendukung atau memberikan temuan baru yang lain. Inilah yang disebut dengan explanatory research, mencari penjelasan dari fenomena-fenomena yang ada (umumnya secara statistik).

Bagaimana dengan riset kualitatif, apakah tidak menggunakan data dan serangkaian angka-angka? Secara historis, pendekatan riset ini sangat dikenal dalam penelitian sosial (antropologi, sosiologi) yang mencoba mengungkap dan menggali secara mendalam suatu kondisi atau fenomena sosial tertentu. Dalam perkembangannya, pendekatan ini pun kemudian banyak diadopsi dalam penelitian manajemen/bisnis. Pendekatan kualitatif selalu didasari pada ‘open questions’ atas satu fenomena yang ditemui. Pertanyaan-pertanyaan terbuka dengan kata ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’. Berbeda dengan pendekatan kuantitatif yang sudah didukung oleh teori-teori established sebelumnya, pendekatan kualitatif biasanya tidak atau belum ada teori basic/kuat yang mendukung. Karenanya, memang pendekatan ini dimaksudkan untuk menggali atau mengeksplor apa yang ada di lapangan. Itulah yang disebut dengan exploratory research. Sehingga, umumnya, tidak memiliki argumen sementara yang akan diuji, tapi justru menyengaja, membuat pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk menggali lebih dalam lagi. Apakah dengan demikian, tidak diperlukan data? Tentu saja, dalam riset kualitatif, data berupa angka, gambar dan lainnya menjadi penguat temuan yang sedang dikaji. Jadi, adalah tidak benar, jika hanya penelitian kuantitatif yang selalu menggunakan angka/data. Sedangkan penelitian kualitatif sama sekali tidak menggunakan angka/data.

Lalu, mana yang baik dipilih? Perlu dicatat, pendekatan atau metode merupakan cara yang dapat dilakukan peneliti untuk mencari jawab/mengungkap suatu fenomena tertentu. Dalam tradisi kuantitatif, tak heran kita sering mendengar, klaim yang menyatakan bahwa penelitian kuantitatiflah yang lebih baik dari kualitatif, karena hasilnya relatif dapat digeneralisir, dan cukup kuat untuk dibuktikan (secara statistik). Sementara disisi lain, klaim dari pihak lain, mengatakan, banyak fenomena sosial yang justru tidak dapat dijelaskan hanya dengan angka/data. Data tidak bisa bercerita dengan sendirinya. Atau, justru banyak fenomena-fenomena perilaku yang tidak terungkap dengan baik, jika diteliti dalam koridor numbering.
Aha, kalau begitu, setiap pendekatan memiliki sisi kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dengan demikian, peneliti bisa tahu kapan dan dalam cakupan riset yang seperti apa suatu pendekatan bisa digunakan. Dan bukan gagahan, mengadopsi sekian banyak pendekatan, padahal sebenarnya yang sederhana sekalipun sudah cukup.

Bagaimana menurut Anda?

PS: Hjertelige bedankt voor Bartjan, yang sudah mendelivery materi kualitatif menjadi begitu simpel, menarik dan sangat mudah dimengerti.

About these ads

15 thoughts on “Mengenal Riset Kualitatif

  1. Mas Anang, maturnuwun apresiasinya. Kapan ketemu n ngobrol bareng kayak dulu yuk? Salam balik nih katanya. ;-)

  2. apa kabar bu?

    saya lagi mau ujian tengah semester BRM sekarang bu,
    kebetulan waktu search di google, langsung yang muncul pertama blog-nya bu Nurul..
    saya minta ijin kopi postingannya ya bu, buat bahan belajar hehehehe…
    matur nuwun bu

  3. Halo Sindu, apa kabar juga? Alhamdulillah, kabar saya baik-baik saja. Nilai OM belum keluar ya? ;-) Silahkan saja diakses apa-apa yang sekiranya bermanfaat. Dengan senang hati. Sukses buat ujian BRM-nya. Salam. Nurul

  4. Assalamualaikum..

    Salam kenal bu Nurul,,

    Membaca mengenai tulisan2 ibu di Blog ini saya jadi tertarik untuk bisa berdiskusi dengan ibu.
    Kebetulan saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi tentang analisis strategi pemasaran untuk UKM.
    Saya mengharapkan agar bisa berdiskusi lebih banyak dengan ibu.
    Kira2 bu nurul bersedia ga ya??

    Salam. Lany

  5. Sy kira semuanya setuju keduanya punya kelebihan dan kelemahan, namun untuk menggali apa yang sebenarnya ada di benak konsumen (hal pemasaran) kualitatif sangat diperlukan. Sekiranya teman 2 punya reference untuk itu, tolong saya dibantu

  6. Salam kenal bak Nurul

    Cukup menarik ulasannya mbak. saya tunggu tulisan2 lainnya yg lebih mendalam, khususnya di kualitatif karena selama ini pekerjaan saya hanya bersinggungan dengan riset kuantitatif.

  7. Aslmkum bu..nama saya rifky, mahasiswa tingkat akhir di unpad bandung. trmaksih banyak bu atas infonya, sangat bermanfaat sekali sekaligus menambah informasi untuk pembuatan skripsi saya..

  8. halo mbak… salam kenal…
    oh ya saya mo konsen jd peneliti kualitatif, kalo berkenan mohon jadi mentor saya mbak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s