Ini dia, artikel Intensi Kewirausahaan itu

Standard

Sejak saya muat intisari artikel Intensi Kewirausahaan, hasil studi dari tiga negara (Indonesia, Norwegia, dan Jepang) beberapa waktu lalu, ternyata antusiasme dan ketertarikan dari pembaca blog ini, sangatlah tinggi. Terbukti dari mengalirnya permintaan yang ditujukan langsung pada saya via email atau melalui blog ini. Beberapa mungkin sudah saya reply dengan mengirimkan artikel tersebut. Tapi, bisa jadi, hingga detik ini, saya belum berkesempatan untuk mengirimkannya ke alamat yang dimaksud.

Awalnya, memang artikel tersebut hanya saya muat intisarinya di blog saya ini. Toh, sebenarnya bisa diakses di paper-based version karena sudah dimuat di JEBI edisi Oktober 2008. Tapi, ternyata saya menyadari, bahwa sebagian besar yang berminat tidak memiliki akses langsung ke jurnal tersebut. Atau bisa juga meminta langsung ke saya, hanya saja, ternyata baru saya sadari, bahwa saya tidak selalu berada dalam kondisi dimana akses Internet sedemikian mudah dan cepat untuk merespon setiap permintaan. Sehingga, setidaknya dari sisi saya pribadi,  saya bisa berkenalan dan bersilaturahmi dengan siapapun yang tertarik dan berkepentingan dengan artikel tersebut. Maunya sih gitu. Tapi, ya, kenyataannya, sekalipun, dalam kondisi dengan akses Internet full, ada halangan yang di luar perkiraan dan harapan saya terjadi. Ya, misalnya, laptop rusak dan harus dibawa ke kota lain untuk perbaikan. Wuihhh. Setelah ‘sembuh’, ternyata kadang terlewat juga, karena memory saya yang lama-lama mulai berkurang kehandalannya. Hehe. Tapi ya, maklum, namanya juga udah mulai menua ini.

Maka dengan ini, saya menyengaja — karena sudah ngerti caranya juga hehe — memberi link bagi yang ingin akses artikel Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi antara Indonesia, Jepang dan Norwegia. Silahkan diakses, kalau memungkinkan untuk meninggalkan pesan bagi yang mengakses, saya akan sangat mengapresiasi. Semoga artikel dan link tersebut bermanfaat.

indarti-rostiani-jebi-2008

Salam,

About these ads

12 thoughts on “Ini dia, artikel Intensi Kewirausahaan itu

  1. Pingback: ‘Kebutuhan akan prestasi’ dan ‘Efikasi Diri’ « Tsdipura’s Blog

  2. Assalamu’alaikum mba nurul, kenalkan nama saya afril,saya sebenernya tertarik dengan bahasan mba tentang “Factors affecting entrepreneurial intention among indonesian students” dan kebetulan juga lagi mengangkat masalah intensi berwirausaha pada mahasiswa untuk tugas akhir saya,tapi saya kesulitan dalam referensinya, apa mba bisa tolong kasih tau kira-kira dimana saya bisa dapatkan bahan tentang intensi berwirausaha?dan kalau boleh saya juga minta file lengkap dari judul tadi…
    sebelumnya terimakasih…

  3. Halo Mbak…kalau yang versi JEBI-nya ada ga?? atua yg versi JEBI itu sama persis seperti yang Mbak Nurul upload disini???
    Saya sangat membutuhkan hasil penelitian Mbak…ini untuk pembuatan skripsi saya….Tolong jika ada dikirmkan ke e-mail saya dunk…deep_bluez87@yahoo.com

    Ma kasih banget Mbak….

  4. Salam…
    Saya akan membuat tugas akhir yg berkaitan dg tulisan Ibu,tp saya msh kekurangan referensi ttg intensi kewirausahaan …Jika Ibu Nurul tdk keberatan tolong dikirim ke email saya (dewi.wahyumurti@yahoo.com).Terima kasih sebelum dan sesudahnya….

  5. Alhamdulillah…
    Jurnalnya menarik sekali, sehingga q jadikn sbg pedoman penulisan skripsi..
    Pengen tau aj, intensi kewirausahaan mahasiswa Univ. Semarang seperti apa….
    Smoga minat mhssw utk mjd wirausahawan smakin berkobar…
    salah satunya utk mengentaskan kemiskinan dan PENGANGGURAN di INDONESIA.
    ALLOHU AKBAR !!!
    Syukron Mbak Nur … :)

  6. Mbak Nur,
    sy tertarik dengan tulisan mbak ttng Intensi Kewirausahaan mahasiswa, dan sy ingin menulis riset kecil2an tentang intensi kewirausahaan mahasiswa di salahsatu pts di jakarta.
    Salahsatu faktor yang memengaruhi Intensi Kewirausahaan Mahasiswa yang sy ajukan adalah Gaya Hidup. Mohon sharing dari mbak Nur, apakah variabel Gaya Hidup bisa dipakai sbg salahsatu faktor yang memengaruhi Intensi Kewirausahaan Mahasiswa ? Sy berpendapat bhw mahasiswa dg gaya hidup yg sederhana biasanya memiliki intensi kewirausahaan yang lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa yg gaya hidupnya mewah. Mohon komen dari mbak Nur atas hal ini ?
    terima kasih atas komennya.

  7. Pingback: Gaptek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s