Discount atau Inventory: Pilih mana?

Standard

Hari kamis adalah hari ‘pasar’ (kopp donderdag) di Groningen. Pertokoan buka melebihi jam buka pada regular day, yaitu sampai jam 21.00. Menyenangkan punya kesempatan untuk sight seeing atau window shopping setelah jam kantor. Karena biasanya pulang kantor lepas petang, dan artinya semua toko sudah tutup.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Di sepanjang pertokoan, masing-masing toko berlomba dengan tulisan Oppruiming atau Sale atau diskon besar-besaran. Fenomena diskon besar-besaran dapat ditemui di mana saja. Di Indonesia, diskon besar umumnya terjadi pada saat menjelang perayaan hari-hari keagamaan (Idul Fitri atau Natal). Hanya saja, untuk negara-negara empat musim, fenomena diskon (besar-besaran) terjadi pada pergantian musim. Beberapa waktu lalu, pergantian musim dingin menuju musim semi. Kali ini, musim semi menuju musim panas.

Mengapa diskon?
Bagi pemasar, diskon dapat dipandang sebagai strategi jitu meningkatkan pendapatan dari segmen konsumen yang cukup price-sensitive dan cenderung tidak mengikuti mode atau trend fashion. Jelas, dengan diskon, konsumen akan mendapatkan barang dengan harga yang sangat jauh dari the original price. Misal, diskon 30% atau bahkan 70% untuk produk tas bermerk kipling atau sepatu casual Hush Puppies. Wow! Bagi orang-orang yang cukup price-sensitive dan tidak terlalu mengikuti fashion, namun kenal dengan brand tertentu (seperti saya, hehehe), tawaran diskon seperti ini, ibarat godaan syaitan yang terpuji. Yang terlintas di benak tentu saja: Wah, kapan lagi bisa beli barang bermerk, bagus, berkualitas dengan harga yang affordable. Chance does not come twice, does it?!😉 Inilah yang disebut impulsive buying behavior atau undeliberate action. Aktivitas pembelian yang terjadi tanpa rencana, dan diskon menjadi salah satu pemicu. Pemasar cukup jitu memahami fenomena konsumen dengan karakteristik seperti ini.

Jika diskon adalah memberikan harga murah dari harga awal produk, tidakkah perusahaan rugi?
Fashion berganti sejalan dengan pergantian waktu atau musim. Trend 2007, jelas tidak akan relevan digunakan pada tahun 2008. Atau trend musim semi kali ini tidak akan sama dengan trend semi mendatang. Bagi mereka yang selalu mengikuti perkembangan mode atau fashion, tentu enggan, membeli produk yang old fashion. Dan tentu saja, konsumen segmen ini jelas mereka sangat tidak price sensitive tapi cukup sensitive pada mode.

Kalau tidak ada diskon, jelas perusahaan akan menanggung biaya dari inventory (persediaan) barang-barang yang tidak laku tersebut. Termasuk di dalamnya biaya upah tenaga yang merawat, biaya pengadaan alat perawatan barang itu sendiri. Belum lagi, biaya pengadaan tempat. Tentu saja, komponen-komponen biaya ini akan menjadi beban tersendiri bagi perusahaan. Maka, alternatif yang sering diambil adalah SALE.

Dengan kata lain, adanya diskon adalah win-win solution. Win bagi perusahaan, dalam konteks mengurangi biaya inventory. Dan tentunya, Win bagi konsumen price-sensitive, tapi melek merek, seperti saya ini. Sering-sering aja, SALE and SALE!

One thought on “Discount atau Inventory: Pilih mana?

  1. Memang benar ketika pengusaha selalu melakukan diskon untuk meminimalisir biaya inventory. Namun sudahkan di analisis lebih jauh tentang fenomena diskon yang benar-benar mampu terjual secara spektakuler. Sebab bagaimanapun karakteristik konsumen juga mempengaruhi terhadap laku tidaknya suatu diskon produk tertentu. Lagian juga tidak semua orang tertarik berbelanja ketika ada diskon besar-besaran. Apalagi ditambah dengan model diskon besar-besaran yang hanya diberikan pada saat menjelang hari-hari raya. Banyak orang bilang begini, mau beli produk diskon bagaimana?wong untuk kebutuhan sehari-hari saja nombok. he…he…tentunya juga itu berlaku bagi kalangan-kalangan masyarakat yang memiliki sensitifitas konsumsi yang tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s