Berharganya waktu

Standard

Minggu, 1 Juli 2007 lalu, saya mengantar kolega yang kebetulan sedang berkunjung ke Belanda menuju Amsterdam. Karena sangat singkatnya waktu, kami pergi di pagi hari yang masih diliputi rintikan hujan. Cuaca khas Belanda yang sangat tidak menentu. Dengan harapan, kami tiba di Amsterdam CS menjelang siang. Dimana pertokoan sudah buka, karena misi utama kolega saya ini ke Amsterdam yaitu Shopping! Dan benar saja, train berangkat tepat waktu 08.04 CET dan tiba pula tepat waktu di Amsterdam CS, 10.31 CET.

Dengan diantar seorang kawan yang studi di Amsterdam, kami bergegas menuju pertokoan. Kolega saya ini, ternyata sudah mempersiapkan daftar belanjaan souvenir yang harus dibelinya.;-) Berpindah dari satu toko souvenir ke toko yang lain, cepat dan cepat. Karena sebelum senja, kami harus sudah menuju Groningen. Maklumlah, jadwal dinner sudah menunggu di sana, jam 19.00 CET.

Setelah cukup lama berkeliling, kami sempatkan berfoto-foto di depan Damm, De Bijenkorf, Amsterdam. Bahkan sempat mengunjungi Madame Tussauds. Heran sekali, dengan harga tiket yang begitu mahal (20 euro) untuk satu orang, benar-benar tidak puas. Meskipun disana, terdapat patung-patung orang dan artis terkenal seperti Lady Di, Mahatma Gandhi, Elvis Presley, Michael Jackson, Ratu Belanda, Brad Pitt yang sangat-sangat mirip dengan aslinya. Tema yang sedang diangkat kali ini adalah seputar film Pirates of the Carribian, dengan Kapten Jack Sparrow-nya. Hanya saja, kalau dipikir-pikir, tetap saja, menurut ukuran student seperti saya, harga itu terlalu mahal. Tapi mungkin memang begitulah nilai sebuah apresiasi seni. [Ah, toh sekali-kali menghibur diri, sah-sah saja ya ;-)]

Anyway, keluar dari Madame Tussauds, bertiga kami makan siang menjelang sore di restoran yang berjejer di sepanjanga pertokoan, sambil menikmati Damm dan hilir mudik pejalan kaki, yang seperti tiada pernah berhenti. Tanpa sadar waktu terus berjalan. Bergegas kami menuju ke Amsterdam CS, untuk pulang ke Groningen, dengan kereta jam 15.27 CET. Benar saja, sesuai dugaan, kereta berangkat dari Amsterdam CS menuju Groningen, tepat waktu dan tiba di Groningen CS pukul 17.53 CET. Fantastik! Wah, benar-benar on time, sampai ke menit-menitnya, komentar kolega saya saat itu. Dengan sistem public transportation yang tepercaya seperti ini. Handal dari segi keselamatan dan waktu, juga murah dari segi biaya, dibanding transportasi yang lain. Saya sempat bergurau ke kolega saya saat itu: “Wah, kalau di Jepang bu, hitungannya itu dalam detik, kalau di Eropa hitungan dalam menit, nah kalau di Indonesia, … dalam jam atau bahkan hari.”😦

Benar saja, fenomena kontras justru terjadi pada keluarga di Yogya. Karena saat bersamaan, si kecil dan neneknya ditemani Om-nya pergi ke Jakarta. Dengan keinginan untuk menikmati suasana perjalanan yang santai, mereka memutuskan untuk naik transportasi murah meriah, kereta api. Saya sempat mbathin, kenapa tidak naik pesawat saja. Toh lebih cepat dan kalau dibandingkan dengan biaya, hitungannya tetap tidak terlalu mahal, saya pikir. “Yah ini mau sambil jalan-jalan, Mila yang pengin”, begitu kata Ibu saya waktu saya tanya via telepon. Akhirnya mereka naik kereta. Seperti yang sudah diduga, kereta tiba di Jakarta, mundur 2 jam lebih dari yang dijadwalkan. No wonder. Untungnya, mereka tidak dalam keadaan terburu-buru atau sudah ada agenda lain. Kalau tidak, berapa banyak pihak yang harus berkorban untuk itu. Tapi setidaknya, pelajaran berkereta yang cukup lama kemarin, cukup membuat si kecil bisa membuat keputusan: “Mah, pulangnya ke Yogya, naik pesawat aja deh. Males aku, lama banget keretanya. ”😉

Ok Nduk, mudah-mudahan, saat generasi kamu nanti, keretanya sudah bisa on time. Tidak hanya ontime, tapi handal dan bisa dipercaya.

***
Special thank to Punang, yang sudah bersedia dan setia menemani berkeliling di Amsterdam.

2 thoughts on “Berharganya waktu

  1. Waktu memang amat sangat Berharga. Sekali terjadi dia akan berlalu. Tapi ngomong – ngomong soal waktu dalam transportasi di Indonesia.. Mmm kata apa yang tepat untuk menggambarkannya…. “amazing”, atau “wonderfull” atau malah “weleh – weleh…” yaaa ini memang sebuah sistem yang ruwet seperti benang kusut untuk melihat penyebab kenapa transportasi kita tidak pernah on time.

    Cukup takjub juga mengetahui bahwa di negara maju mereka menggunakan waktu menit (contoh: 08.04) untuk waktu tiba bis. Di Indonesia jangan terlalu berharap. Standar deviasinya terlalu luas sehingga sulit di prediksi. hahahaha. Kalau kata iwan fals, kereta terlambat dua jam itu hal biasa.

    Saya selalu melakukan hal ini apabila saya berpergian dengan pesawat, saya akan mengabari untuk minta dijemput setelah benar – benar saya sudah berada di dalam pesawat. Khawatir apabila terjadi delay dan orang rumah sudah menjemput di bandara. Atau pada saat naik bis saya akan mengabari untuk minta jemput apabila posisi saya sudah dekat dengan rumah. Hari ini sangat lowong atau sangat macet, unpredictable.

    yaa tapi tidak hanya mencela, saya juga memberi stdanding applause untuk pemerintah DKI yang sudah menghadirkan transportasi sungai, busway dan mono rail (coming soon)… yaa sebuah itikad yang baik untuk memperbaiki sebuah sistem transportasi kita yang “waleh – weleh” tadi..

    waktu amat sangat berharga… sangat sayang apabila nilai waktu yang sangat mahal harus dibuang hanya untuk menunggu ketidak pastian dalam menggunkan transportasi di Indonesia. semoga transportasi kita lebih baik…..

  2. Thanks Ludi. Jadi ingat slogan ‘Time is Money’, yang sebenarnya sangat menunjukkan betapa berharganya arti sang waktu. Yah, generasi saya dan Ludi, harus banyak belajar bagaimana bisa lebih menghargai waktu. Semoga. Sukses untuk ujian pendadarannya ya. Semoga segera menyandang gelar s1. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s