Ah, nikmatnya menulis [di Blog]

Standard

Alhamdulillah, akhirnya ‘satu pekerjaan’ selesai juga meskipun harus menghabiskan waktu hingga lepas malam. Entahlah, begitu susah merampungkan pekerjaan di hari-hari terakhir menjelang ‘kepulangan’. Sebegitu susahnya mungkin menata sebuah bangunan di awalnya. Padahal, kalau dipikir-pikir, hanya tinggal membuat powerpoint. Pekerjaan yang semestinya, sudah menjadi bagian keseharian saya, setidaknya sewaktu di Yogya. Tapi ya, memang semua itu perlu proses. Tak terasa, setelah pelan-pelan dikerjakan, lebih dari lima hari (kebangeten ini mah!). Finally, selesai! Ah tapi, ternyata sudah lewat lepas malam, mau tidur, hmm… takut terlalu lelap sehingga lewat juga shubuh.

Dan, menulis Blog, menjadi alternatif terindah menikmati waktu lepas malam, menyambut shubuh. Setidaknya seperti saat saya sedang menulis sekarang ini (at 02.56 CET). Menuangkan ide, pikiran dan apa yang ada di hati dalam bentuk rangkaian kata-kata.

Kata merupakan unsur bahasa yang sangat penting. Kata merupakan sarana untuk menyatakan semua konsep, ide, dan atau gagasan. Dengan kata-kata kita berpikir, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi, dan mengemukakan gagasan. Kata-kata dapat menjadi sarana menjalin persahabatan, mengadakan perjanjian, mencapai kerja sama, dan
lain-lainnya, tetapi kata-kata juga dapat menjadi pemicu kerusuhan, peperangan, dan kejadian-kejadian buruk lainnya.

Kata dan kata-kata bisa dikatakan dengan kata-kata. Kata yang benar dapat menyebabkan kebenaran demikian benar dan benar-benar dapat dibenarkan menurut ukuran kebenaran yang mana pun. Namun, kata yang salah dapat menyebabkan kesalahan, perilaku salah, tindakan salah, dan bahkan silang sengketa berkepanjangan. Benar dan salah juga bisa dikata-katakan. Kata begitu berguna. Kata begitu berjasa dalam kehidupan kita. Perlu dicatat, kata kata memiliki kekuatan yang kadang-kadang tidak kita duga atau kita bayangkan. So, be careful!

***
Seorang pemuda menabrak kereta api yang dikiranya tumpukan jerami hanya karena baru saja mendengarkan sebuah kata dari pujaan hatinya. Kata yang baru saja didengarnya adalah PUTUS.

Seorang mahasiswa semester 5 tiba-tiba saja mengambil uang cukup banyak lewat ATM dan mentraktir teman-teman pondokannya hanya karena baru saja menerima SMS yang berisi satu kata saja. Kata itu berbunyi YA, sebagai jawaban atas pertanyaan “Maukah kau jadian denganku?” yang diajukannya kepada teman seangkatannya.

Itulah kata. Kadang-kadang penuh makna. Kadang-kadang penuh misteri. Kadang-kadang demikian gamblang, tetapi kadang-kadang demikian remang. Sungguh, dunia kata adalah dunia yang kdang-kadang penuh tanda tanya. Yang jelas, kata-kata kadang-kadang demikian dahsyat pengaruhnya.

Satu kata yang berbunyi SERAAAANG, misalnya, dapat menyebabkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawa melayang. Satu kata yang berbunyi BAKAAAAR, misalnya, bisa menyebabkan orang, rumah, pertokoan, bahkan kawasan yang cukup luas berubah menjadi bara dan abu. Siapa yang tidak takut dicap melakukan tindakan SUBVERSIF pada rentang waktu antara tahun 70-an hingga 90-an? Namun, konon, sebuah orde yang pernah berjaya di negeri ini juga tumbang hanya karena banyak orang meneriakkan kata REFORMASI di jalan-jalan. Demikianlah, kata (kata-kata) begitu hebatnya.

{disarikan dari Heru Marwata dalam sebuah milist}

***
Dan
, menulis, berarti menuangkan gagasan/ide, pikiran dalam bentuk kata-kata tertulis. Inilah puncak kebebasan berpendapat setiap orang di dunia maya, menulis blog. Dengan gaya dan sentuhan masing-masing pembuat blog, untaian kata yang tertuang di blog akan memiliki ciri khas dan kekuatan tersendiri. Harapannya, dapat memberikan energi positif bagi yang membaca (siapapun itu).Awalnya, saya berpikir, ah buat apa menulis di blog. Meskipun, tidak sedikit yang menyarankan untuk membuat blog sejak sekian waktu lalu. Lagi-lagi, ahh buat apa, begitu yang selalu terlintas di kepala saya. Tapi … mungkin karena ‘ketersediaan waktu’, atau ‘kurang kerjaan’ beberapa waktu terakhir ini, akhirnya menulis blog juga. Sedikit demi sedikit. Tak terasa, lama-lama menjadi sebuah rutinitas. Dan inspirasi ternyata bisa datang dari mana saja. Dari apa yang terlihat, apa yang bisa didengar, dari yang dibaca dan dinikmati dalam keseharian. Ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri, jika berhasil menuangkan sebuah rangkaian kata-kata dalam arsip blog pribadi. Harapan sederhana yang tebersit adalah semoga rutinitas menulis di blog menjadi cara jitu saya mengisi aktivitas senggang ‘masa bertapa’, selain outputnya menjadi catatan bersejarah dalam perjalanan saya menjadi manusia yang sedikit lebih baik.

Ah, sudah shubuh. Waktunya berkomunikasi dengan-Nya.

One thought on “Ah, nikmatnya menulis [di Blog]

  1. Ass. w.w.
    Mbak kl mau nunggu subuh.. ada tuh lagu-nya
    Tombo Ati.. aslinya nn, di pop kan oleh Kyai Kanjeng n Opick.

    Kang sepisan …..
    Kapindho-ne sholat wengi lakonono
    Kaping telu ….
    Kaping papat …
    Kaping limo dzikir wengi ingkang suweee

    Hehe… insya Allah keinginan mustajab.
    Semoga cepat lulus.. n.. mudah urusan
    Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s