Global warming: akankah kiamat sudah dekat?

Standard

Groningen hari ini cerah. Sungguh menyenangkan. Cukup membuat suasana berbunga-bunga. Tidak seperti sekian minggu sebelumnya, yang selalu diguyur hujan. Mendung. Dingin. Padahal bulan Juli ini semestinya sudah musim panas. Nyatanya, cuaca memang tidak bisa dipastikan. Begitu juga, ketika winter dan spring lalu. Winter kali ini menjadi winter terhangat dan spring lalu menjadi spring ‘terpanas’ dalam beberapa tahun terakhir ini. Salju tidak cukup tebal dan hanya turun beberapa hari saja. Suhu sudah menjadi 30C, bahkan ketika musim spring. Saat ini, justru di musim panas, hujan terus turun hampir sepanjang hari. Sungguh, fenomena cuaca yang berbeda dari biasanya, begitu menurut sebagian besar orang Eropa. Fenomena yang cenderung selalu berubah dan sulit untuk ditebak. Inikah akibat global warming? Pemanasan global di seluruh muka bumi ini, sehingga menyebabkan cuaca yang tidak menentu seperti ini.

Beberapa waktu lalu, saya sempat ber‘diskusi maya’ dengan seorang temen, ahli geologi, yang saat ini sedang menekuni dampak perubahan iklim global dari terumbu karang. Menurutnya, saat ini memang bumi menghadapi apa yang disebut dengan global warming sebagai akibat dari ‘green house effect’. Bahkan sebenarnya sudah mulai sejak 11.000 tahun yang lalu. Wow!

Jika kita masih ingat dalam buku-buku geografi SD sampai SMA, bahwa pulau Jawa dan Kalimantan, dahulu kala, adalah satu daratan. Bukti ilmiahnya sangat jelas. Misal di dasar Laut Cina Selatan, Paparan Sunda, terdapat bekas-bekas sungai penghubung antar pulau. Kemudian terpisah dengan laut yang disebut garis Webber dan garis Wallacea, sehingga fauna di barat, tengah dan timur berbeda. Di bagian barat, satu daratan sendiri, Jawa, Sumatera dan Kalimantan, memiliki fauna yang relatif sama. Di bagian tengah, Sulawesi dan bagian timur, Maluku dan Irian Jaya. Kenapa terpisah dan menjadi kepulauan? Hal ini terjadi karena adanya peningkatan air laut akibat global warming, dan terus akan meningkat. Dan perlu dicatat, global warming itu memiliki siklus, begitu kata temanku. Wow!

Lebih lanjut, setiap siklus global warming akan selalu diikuti dengan global mass extinction. Artinya, yang punah selalu adalah populasi yang mendominasi. Empat kepunahan global terbesar dalam perjalanan sejarah bumi ini antara lain pada Devonian (375 tahun yang lalu), akhir Permian (248 juta tahun yang lalu), awal Jurassic (200 juta tahun yang lalu) yang sangat besar dan membunuh dinosaurus adalah akhir Cretasius (65 juta tahun yang lalu). Kepunahan yang terjadi dapat dikatakan sebagai sebuah siklus atau return periode. Menurut ahli geologist, setidaknya ada beberapa kali return periode. Menurut teori Melankovich, terjadi pengaruh pergeseran benda semesta terhadap gravitasi bumi yang siklusnya 2 juta tahunan. Pengaruh global akibat pergeseran poros bumi, siklusnya 400.000 tahunan. Pengaruh global akibat pergesaran gugus bintang yang terjadi per 1 milyar tahunan. Ada juga pengaruh akibat pergeseran lempeng, yang terjadi setiap 1000-6000 tahun tergantung posisi lempeng. Hal-hal inilah yang menyebabkan populasi terbesar di muka bumi pada saat itu, punah.

Dan bumi sekarang dipenuhi dengan populasi manusia. Akankah manusia juga akan punah? Newton pernah bilang bahwa umur bumi kita tinggal 60 tahun lagi. Ah, akankah ini berarti kiamat sudah dekat? Karena, merujuk Al Qur’an:

Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan agar supaya setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan. (QS. 20:15)

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang … (QS. 15:85).

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya … (QS. 47:18).

Cukup jelas apa yang tertulis dan tersirat dari yang dapat dilihat di muka bumi ini. Sudahkah siap untuk menyongsong datangnya hari itu? Ahh.

***
Many thanks to Didit H. Barianto, yang sedang ambil Doctoral Degree di Kyushu University, Lab of Economic Geology, Depth of Earth Resources Engineering, Kyushu University, buat sharing knowledgenya.

9 thoughts on “Global warming: akankah kiamat sudah dekat?

  1. Bukannya Dah diterangkan…Allah merahasiakan tentang kiamat yang datang. Dan ta’ seorang pun yang akan tau…karena allah yang hanya tau. Dan allah lah yang merahasiakannya. Bukan berarti karena adanya Global Warming kiamat sudah dekat. Yakan….APA KATA DUNIA…. OH…EM…JIY….

  2. Hello…? saya pengen kenalan dengan antum. Btw saat ini saya lagi mencari bahan-bahan untuk skripsi dengan tema global warming menurut teks-teks dalam al-Qur’an. Mohon kalau saudara punya bahan-bahan yang bisa membantu tugas skripsi saya, bisa dikirim ke email saya.

  3. helooo????aku kira juga kiamat akan segera terjadi karena sekarang lagi marak2nya global warming di mana2 dan itu merupakan ciri2 kiamat.

  4. assalamualaikum,,

    terlalau singkat anda menjelaskan ttg kiamat,bukankah mati adlh awal dari hidup?
    bagaimana menurut anda ttg pendapat saya?
    saya suka sekali dg tulisan anda memang berbobot namun,,,,,,,,saya belum melihat arti kiamat yang sebenarnya,,
    apa anda suka cerita ttg kegelapan,anda harus mencoba hal yang berbeda dlm hidup anda!!!!!

    terima kasih

  5. saya terkesan sekali……..
    bagus banget dech artikelnya……..
    waduh aku kira sebentar lagi kiamat terjadi karena itu salah satu ciri-cirinya kiamat……
    sumpah,, artikel ini yang paling berkesan bagi saya…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s