Sistem Informasi Down: Haruskah jadi gagap?

Standard

Adanya teknologi khususnya teknologi informasi jelas sudah tidak diragukan lagi dalam menunjang dan mempermudah jalannya berbagai aktivitas-aktivitas perusahaan. Sebut saja sistem akuntansi (yang level sederhanapun) akan mempermudah proses pembukuan. Sistem informasi akademik memperlancar kegiatan perkuliahan (i.e. pemantauan skedul dosen atau waktu ujian). Atau misalnya, adanya sistem informasi membantu bandara dan maskapai penerbangan menentukan jadwal penerbangan, pembagian tempat duduk penumpang dan lainnya. Tak heran, pentingnya sistem informasi tersebut dalam menunjang kinerja perusahaan sangat didengung-dengungkan. Banyak perusahaan kemudian begitu terbiasa dengan kemudahan sistem yang ada. Jelas, karena selain mempermudah, akan mempercepat pekerjaan dengan ketepatan yang juga sangat tinggi. Tapi apa yang kemudian terjadi jika sistem rusak?

Setidaknya inilah yang terjadi dan saya alami pada hari Kamis lalu, 12 Juli 2007, sistem informasi down pada saat saya cek in dengan GA212 pada jam 16an sore, dalam perjalanan pulang ke Yogya. Akhirnya, manualisasipun tidak terhindarkan. Nomor tempat duduk penumpang pun diisi manual dengan tulisan tangan. Tentu saja, terlihat dan terasa jelas ribetnya. Petugas mencocokkan nama penumpang dengan daftar nama penumpang yang sepertinya sudah diprint, dan kemudian menuliskan no seat penumpang tersebut ke bukti boarding. Masih juga harus mencatat beberapa kode untuk entry Garuda Frequent Flyer misalnya, atau untuk kode bagasi. Tapi satu per satu penumpang pun selesai dilayani oleh manual cek in tersebut.

Tepat jam 17.10 WIB, para penumpang dipersilahkan memasuki pesawat. Direncanakan pesawat akan take off 10 menit kemudian. Satu per satu penumpang masuk, sambil menunjukkan boarding pass masing-masing. Satu per satu duduk sesuai dengan nomor yang tertera di boarding pass tersebut. Disinilah kemudian keributan bermula. Tampak beberapa penumpang belum duduk, karena selidik punya selidik, mereka memiliki nomor duduk yang sama. Wah wah! Heboh. Pramugari dan petugas bandara pun, berdatangan. Mondar mandir. Mereka melakukan pengecekan, di dalam pesawat saat itu juga. Sementara, hampir semua kursi di kelas ekonomi bahkan bisnis pun sudah terisi. Padahal, masih terlihat beberapa penumpang dengan nomor duduk sama, hilir mudik. Kenapa bisa terjadi? Yah, ternyata cek in manual akibat sistem informasi yang down, tidak berjalan dengan baik.

Detik demi detik berlalu, menit pun berjalan. Waktu terbuang percuma. Entah bagaimana solusinya, kemudian, sudah tidak terlihat lagi penumpang yang tidak dapat tempat duduk tersebut. Tapi, tentu saja, hal seperti ini membuat jadwal penerbangan tertunda lebih dari 30 menit. Heran juga, kenapa bisa terjadi seperti itu. Ah iya, tadi dikatakan sistem informasi saat cek in down. Tapi haruskah, menjadi down pula kinerjanya?

Saya sempat berfikir, tentunya bukan kali pertama maskapai penerbangan selevel Garuda mengalami hal seperti ini. Sistem yang down. Jika memang kondisi seperti ini tidak dapat terhindarkan. Apakah perusahaan tidak mempunyai plan B atau plan C untuk mengantisipasi kekisruhan yang akan terjadi tersebut. Mestinya maskapai penerbangan selevel Garuda sudah harus memiliki dan mengantisipasinya. Lha, wong di rumah saya saja yang semua serba sederhana, selalu ada plan antisipasi. Misal, karena sistem penerangan yang kadang masih menggunakan sistem byar pet (yang jelas bukan karena kami terlambat membayar rekening listrik), kami pun menyediakan baterai energi. Jika sewaktu-waktu listrik mati, tidak perlu kebingungan sibuk menjadi penerang lain (i.e lilin), tapi otomatis, sudah ada penerang darurat.
Ini baru pada level rumah tangga, apalagi maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Sangat disayangkan sekali, jika kemudian karena sudah terbiasa dengan teknologi informasi, begitu sekali down, akhirnya tidak siap, panik dan kacau. Karena bagaimanapun juga, teknologi informasi hanya alat untuk membuat kinerja perusahaan lebih baik, bukan satu-satunya dewa, mestinya. Jadi semestinya, ada atau tidak adanya sistem informasi, kinerja layanan perusahaan akan lebih baik dan tetap baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s