Plaza Ambarrukmo: Fasilitasmu mengecewakan!

Standard

Cerita ini sebenarnya terjadi beberapa waktu yang lalu, yang membuat saya masih tergelitik untuk menuangkannya dalam blog saya ini. Begini ceritanya: dua hari setelah kepulangan saya ke Yogyakarta, saya berniat ajak si kecil nonton film cukup legendaris, Harry Porter. Dan ternyata usul itupun dia setujui. Bertiga, saya, si Kecil dan Om-nya (Fadil, 9 tahun), menuju ke Plaza Ambarrukmo. Saat itu adalah Sabtu siang, 14 Juli 2007, setelah si Kecil menyelesaikan les biolanya.

Perut kami pun sedikit keroncongan. Maklum belum makan siang. Dalam perjalanan menuju Plaza, saya sempat melirik dompet saya, ahh, hanya tinggal 20 ribu rupiah yang tersisa. Selebihnya lembar 50 euro dan 20 euro, sisa perjalanan dari Belanda. Tapi, ah iya, saya cukup lega, masih ada dua kartu bank: kartu debit dan credit. Aman saya pikir. Toh, nanti saya bisa tinggal gesek ketika melakukan transaksi, seperti yang selalu saya lakukan di Belanda (terutama). Atau ambil di ATM, saran si Kecil. Di dalam mobil kami pun membuat kesepakatan, untuk makan siang dulu, atau nonton dulu, tergantung jadwal film yang akan diputar.

Mendekati Plaza, jalanan mulai tampak sangat ramai. Mobil antri memasuki area parkir. Saya sempat tanyakan sekali lagi pada satpam saat pengecekan kendaraan, Pak, ada ATM di Plaza? Dengan sangat yakin, si Bapak Satpam pun menjawab, iya ada Bu, di Lantai Dasar. Wah, sippp kalau begitu. Kekhawatiran saya mulai pudar.

Mobil perlahan memasuki ruang parkir. Ah penuh sekali. Banyak bener orang yang mengunjungi Mall terbesar di Yogya saat itu. Ah, mungkin saja, karena memang hari itu, adalah hari terakhir liburan sekolah. Setelah berkeliling terus dari bawah ke atas, mencari tempat parkir, akhirnya kami dapat di Lantai P1, cukup jauh juga dari lantai dasar. Ternyata, justru di lantai P1 itu langsung menuju bioskop 21. Bergegas, kami bertiga menuju ke bioskop. Alhamdulillah, ada jadwal terdekat masih 30 menit lagi, dan seat masih tersedia. Dengan semangat 45, saya pesan dan bermaksud membayar, dengan cukup `nggesek`. Praktis. Ah sayang, jenis kartu bank yang saya pakai tidak bisa beroperasi di hari itu. Kedua jenis kartu bank yang saya punyai, tak satupun yang bisa. Alasannya, kalau kartu bank A, Bu, berlaku hari Selasa, Kamis dan Jumat. Kalau kartu bank B Bu, baru berlaku pertengahan Agustus. Alamakk!!! Saya pun disarankan untuk ambil cash, di lantai dasar. Di sana ada ATM. Duh duh, dari lantai atas, turun ke lantai dasar. Dan itupun akhirnya kami lakukan. Sampai di counter ATM, wah wah, ternyata bad day betul hari itu. ATM untuk kartu bank yang saya punya, justru error. Ampun ampun. Tentu saja, saya tidak bisa ambil uang cash saat itu. Rencana pun segera saya ubah. Saya putuskan untuk makan siang dulu. Setelah itu, cari ATM di luar Plaza. Tapi, tapi … ternyata, semua counter restoran di Plaza, tidak memiliki sistem pembayaran dengan cukup nggesek. Wuaahhhh!!!

Sungguh nggonduk betul saya, dan tentu saja si kecil. Heran! Mall semegah itu, Plaza Ambarrukmo, fasilitas transaksinya sangat-sangat minim. Saya yakin, ada banyak orang yang bernasib seperti saya. Sayang sekali, saya pikir. Berapa banyak kemungkinan loss dari pembelian atau transaksi yang batal hanya karena tidak ada fasilitas yang cukup memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga. Semestinya, dengan bangunan semegah itu, fasilitas-fasilitas krusial termasuk fasilitas pembayaran sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Terlepas, apakah budaya masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta dan sekitarnya yang sudah berganti dengan budaya non-cash, tapi menyediakan fasilitas yang terintegrasi dan menurut saya menjadi basic need consumen adalah keharusan. Apalagi, jika kemudian semakin banyak turis asing atau konsumen yang berpola praktis di masa datang. Semoga kian hari, fasilitas Plaza ini, semakin baik.

10 thoughts on “Plaza Ambarrukmo: Fasilitasmu mengecewakan!

  1. Wahh..wahh..wahh.. salah kamar..:-)) . Harusnya di sini.

    O alah mbak..mbak.. mesak-ke bener sampeyan. Mbok mampir nggonku.. ngko tak sangon-i. Butuh piro…. nyoh-nyoh.

    Makanya.. kalau jalan-jalan itu bawa uang. Bukan bawa kertas sama kartu. Di Jogja sik penting nggowo dhuwit.. bukan kartu.

    Walau bawa eouro.. gak laku.. kayak ke belanda bawa rupiah. Sama saja kan. Dianggap kertas biasa..bukan dhuwit.

  2. Setahu semua bank besar (seperti BCA, BII, Mandiri, Niaga) punya mesin ATM di Plaza Ambarrukmo.

    Kalau yang di bioskop, saya juga prihatin kenapa chain CIneplex 21 ini kok belum mengadopsi pembayaran non-cash, untuk selain BCA. Jadinya ya gitu, bisa bayar pakai kartu hanya pada hari-hari tertentu.

  3. Iya Mas Herman, memang ada fasilitas ATM di lantai dasar. Tapi ya itu, saat saya akses, ternyata sedang ‘rusak’, pada saat itu. Apes, apes.

  4. Ibu saya juga punya cerita yang sama… yaa ga jauh beda nyebelinnya. Jadi waktu itu saya dapat Informasi lewat sms dari Bank “M” tempat saya menabung, bahwa 21 atau xx1, berlaku “buy one get one free” untuk film harry poter apabila saya membeli tiket menggunakan debit Bank “M”. Saya sudah mengantri cukup panjang dan lama, sesampainya di depan tiket terdapat tulisan kecil di kertas A4 dan tulisan tangan pula, menjelaskan bahwa “Buy one get one free” baru berlaku lusa. Tulisan tersebut jelas tidak terbaca karena 21 penuh sesak dan jarak saya mengantri dari loket cukup jauh. Padahal saat itu saya bener – bener tidak bawa cash money untuk bayar tiket. Dan harus turun ke Lower Ground untuk mengambil uang di ATM. Mmm entah siapa yang harus disalahkan Bank “M” atau pihak 21 amplaz. cuma seharusnya pihak 21 amplaz lebih bijaksana dengan menempelken pengumuman di depan pintu. Jadi kan saya tidak harus cape2 mengantri. ^_^

  5. sama saya pernah yang seperti itu. gesek itu macet, gesek ini macet.

    Kesimpulan saya satu mbak. Bahwa rejeki itu betul-betul Allah yang “ngatur”. Sy waktu itu uang juga “banyak…”(kidding) tapi di bank….🙂. Ternyata kalo belum rejekinya, uang di bank itu nggak bisa kepakai. Alias saya tidak bisa menikmatinya.

    Waktu itu saya marah sama Bank nya… Uang2 saya, ngambil susah. ATM trouble. hualaaahhhhh……

    2 kesimpulan saya petik:
    1.”kalo belum rejekinya makan-makan and nonton, mau gimana saja juga gak bisa. Jadi ikhlasin aja…”
    2. Awas kau Bank…. Besok aku gak setor lagi duit banyak ke kamu… wkwkwkw….
    🙂

  6. duh sy ikut perihatin deh pengalaman mbak…….mungkin kebeneran aja mbak lg apes hr itu. dilantai dasar ada koq tempat penukaran uang asing dan lagian apapun itu memanng kita hrs siap dg duit rph. Saya sdh 3 thn transaksi di mall amplaz tdk pernah bermasalah, baik menggunakan kartu debit maupun cash, untuk kartu kredit memang sy tdk punya alias ora ngutang….he..he..he. sy pendatang tp dr seluruh mall dijogja sy lebih enjoy belanja di MALL AMBARUKMO PLAZA dikarenakan aman nyaman dan lengkap, baik itu pakaian, perhiasan, elektronik dan kkulinernya. trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s