Malangnya Borobudur kita …

Standard

Membaca Warta Ekonomi edisi 9 Juli 2007 lalu, hati rasanya trenyuh. Betapa tidak, tertulis disana berita tentang candi Borobudur, yang sejak dulu dalam pelajaran sejarah, bahkan sampai sekarang saya masih merasa dan sering `promosi` ke rekan-rekan dari luar, bahwa Borobudur sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia! Ternyata … “UNESCO mendepak candi Borobudur dari daftar 21 nominasi Tujuh Keajaiban Dunia versi terbaru” (Warta Ekonomi, 2007).

Bagaimana ceritanya?
Sebuah lembaga di bawah UNESCO, Komite Peninggalan Sejarah, menemukan 830 bangunan (heritage) yang layak masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia versi Terbaru. Bekerja sama dengan New7Wonders Foundation, kemudian menyusut menjadi 21 nominasi. Caranya, mirip dengan acara-acara Idol. Yaitu dengan SMS. Hasilnya, Borobudur tidak masuk dalam daftar nominasi tersebut. Ke-21 bangunan itu adalah:
1. Acropolis, Athena, Yunani
2. Alhambra, Granada, Spanyol
3. Angkor, Kamboja
4. Piramid Chichen Itza, Meksiko
5. Patung Christ Redeemer, Rio de Janeiro, Brasil
6. Colosseum, Roma, Italia
7. Patung Easter Island, Cile
8. Menara Eiffel, Paris, Perancis
9. Piramid Giza, Mesir
10. Hagia Sophia, Istanbul, Turki
11. Kuil Kiyomizu, Kyoto, Jepang
12. Kremlin dan Katedral St. Basil’s, Moskwa, Rusia
13. Patung Liberty, New York, AS.
14. Machu Picchu, Peru
15. Kastil Neuschwanstein, Schwangau, Jerman
16. Opera House, Sydney, Australia
17. Petra, Yordania
18. Stonehenge, Amesbury, Inggris
19. Taj Mahal, Agra, India
20. Tembok Besar, Cina
21. Timbuktu, Mali
(sumber: New7wonders Foundation, 2007 dikutip dari Warta Ekonomi, Juli 2007).

Sekalipun, mungkin ada faktor bias, karena penentuan nominasi berdasar polling SMS, tapi setidaknya dengan tidak masuknya Borobudur, peninggalan Dinasti Syailendra, yang pernah begitu membanggakan kita semua, sudah semestinya, semua pihak (pemerintah i.e kementrian pariwisata dan kebudayaan terkait) dan masyarakat Indonesia berbenah. Kurangnya promosi, menurut saya, menjadi bagian penting dari semua ini. Tak mengherankan mungkin, hingga Borobudur menjadi hal yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat dunia. Inilah PR bersama generasi sekarang dan yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s