Marhaban Yaa Ramadhan

Standard

Marhaban Yaa Ramadhan, …

Selamat datang bulan yang penuh kebaikan dan barokah, bulan dimana Allah selalu memberkahinya dengan begitu banyak keutamaan. Allah berfirman dengan seruan mesra-Nya:

“Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” [Al-Baqarah : 183] dan seruan berikutnya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” [Al-Baqarah: 185].

Alhamdulillah, puji syukur padaMu Ya Allah, masih Engkau berikan kesempatan untuk menghirup udara keagungan bulan yang penuh rahmat ini. Meskipun puasa kali ini, suasana dan kekhasan Ramadhan sangat jauh dari apa yang biasanya dijalani. Tak terdengar bunyi-bunyi adzan berkumandang. Tak tersiar pula, suara-suara pengingat waktu sahur di pagi hari. Sahur-sahur, sahur-sahur. Dan Imsaaakkkkk. Tak ada suasana shalat tarawih berjamaah, buka puasa dengan santapan khas kolak, nyam nyam. Dan sahur bersama serta berbuka bersama dengan keluarga. Mungkin, inilah yang harus saya lewati (juga keluarga), berpuasa dalam arti sesungguhnya. Ya, inilah yang terbaik dari juga harus saya jalani dari keputusan yang pernah dibuat. Tidak menyesal dan tak pantas bersedih hati, apalagi meratap dan berurai air mata. Suatu saat, pasti kemenangan itu ada. Pasti.

Dan di penghujung senja ini, saya berucap: Marhaban Ya Ramadhan,

If there is a day, there must be a night
If there is a black, there must be a white
If there is a mistakes, there must be forgiveness

Mata kadang salah melihat,
Mulut kadang salah berucap,
Hati kadang salah menduga,
Mohon maaf atas segala kekhilafan yang pasti ada,

Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Marhaban Yaa Ramadahan.

Sekali lagi, terima kasih Tuhan atas segala kesempatan yang sudah Engkau anugerahkan. Amin amin amin.

One thought on “Marhaban Yaa Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s