Alhamdulillah, aku jenuh …

Standard

Jenuh …
Mungkin itulah kata yang tepat untuk sedikit menggambarkan apa yang sedang saya alami. Beberapa hari terakhir. Khususnya setelah lebaran pergi dengan diam dalam kesendirian. Nyaris tanpa makna. Seakan, hanya menjadi rutinitas yang berlalu begitu saja. Ahhh…

Apa yang sesungguhnya terjadi? Entahlah. Ada yang berbeda dari biasanya, yang serasa penuh semangat. Padat dengan segala pemikiran dan pemikiran, yang nyaris tak henti. Tak seperti, pada saat-saat awal, saya merintis perjalanan ini. Begitu menantang, dan begitu cepat berjalan. Too fast!! Itulah komentar dua supervisor saya. Hmm, tapi, akhir-akhir ini, rasanya geliat itu mengendur. Adakah yang salah? Padahal juga load kerja tak mengendur dari biasanya. Tapi kenapa? :- (

….
Di saat waktu berhenti,
Kosong
Dimensi membutakan mata, memekakkan telinga
Lalu diri menjadi hampa

Saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka,
Sadarku hadir-Mu, mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri


Alhamdulillah, saya bisa merasakan jenuh saat ini. A good sign for my mind to realize that still a long way to go … Don’t be too fast! Slowly but sure.

Alhamdulillah,
Kupersembahkan syukur padaMu Ya Allah, untuk nama … harta, dan keluarga yang mencinta, … dan untuk perjalanan yang selama ini sudah tertempa.
Alhamdulillah, pilihan dan kesempatan, yang membuat hamba lebih mengerti lebih baik tentang makna diri.

Semua lebih berarti apabila dihayati. Alhamdulillah, alhamdulillah …
(Too Phat feat Dian Sastro dalam Alhamdulillah)

Alhamdulillah, aku jenuh …

One thought on “Alhamdulillah, aku jenuh …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s