Ketika kereta tiba tepat waktu …

Standard

Cerita berikut ini sebenarnya sudah sangat lama ingin saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Hanya saja, alasan sederhana yang klasik, yaitu too busy jadi tidak sempat. Tapi, sangat sayang juga rasa-rasanya jika tidak saya tuliskan. Beginilah kisahnya …🙂

Siang itu, saya dan salah seorang kolega berencana untuk menjemput professor dari University of Groningen, Profesor Luchien Karsten. Kolega saya ini sangat bersemangat (gak beda jauh dengan saya), ya maklum saja, Luchien adalah supervisornya. Kami pun bersepakatu untuk menjemput di stasiun Tugu, Yogyakarta. Karena sesuai jadwal, diperkirakan kereta api dari Bandung akan tiba pukul setengah tiga sore.

Kami pun bersepakat untuk menunggu di stasiun. Setelah, urusan masing-masing selesai. Saat itu, saya masih harus mengikuti rapat perpisahan dekan di R. Sidang FEB UGM. Kira-kira sampai jam 14, deh. Sementara, kolega saya harus menyelesaikan kewajiban mengajar hingga pukul setengah tiga sore. Dan kami pun sempat berpikir, ahh, biasanya kereta terlambat. Jadi, hitung-hitung alokasi waktu, ah cukuplah setor muka di stasiun, just to say hello to Luchien.

Tapi tiba-tiba, terdengar nada sms, dan tak diduga isinya cukup mengejutkan: “Duh Rul, Luchien udah datang, dan dia langsung ke Hyatt. Tak disangka kereta on-time. Kita terlambat”. Hahhhh!!! Kok bisa? Langsung saja saya telpon kolega saya, “Hah, kok kereta bisa-bisanya on time? Bla-bla-bla … Wah mau ditaruh dimana muka kita berdua nih. Dan benar saja, saat acara lunch bersama keesokan harinya, keterlambatan kita pun, jadi bahan olok-olokkan. Huehuehue.

Kok bisa-bisanya, dua calon doktor berkomentar yang so stupid? Kok bisa ontime, begitu komentar kolega senior saya. Ditambahkan oleh Luchien, wah, baru beberapa bulan di NL, mereka tidak sadar, kalau Indonesia sudah banyak berubah ke arah yang lebih baik. Huehuee. Jadi, begitu segala sesuatu berjalan dengan baik, kok malah kita ngga siap? Hihihi. Wah wah, ketahuan!!! Duh, malunya.

One thought on “Ketika kereta tiba tepat waktu …

  1. hehee..mbak Nurul ini sekarang sudah gapin (gagap informasi) tentang indonesia, padahal baru saja lho berangkat ke NL nya hehehe

    wah,mbak kasih tau info phd economics dong di Groningen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s