Mahasiswa Indonesia dan budaya Jawa, terkaitkah?

Standard

Beberapa waktu lalu, dengan teman serumah saya sempat mendiskusikan kenapa karakter dan sikap mahasiswa Indonesia terutama ketika berdiskusi dan berdebat dengan supervisor. What’s wrong? Yah, tentu saja, obrolan simpang siur yang kami lakukan, bukan mencari siapa yang benar dan salah, tapi kadang perlu untuk lebih memahami siapa kita sebenarnya. Cieee, sok wise.

“Tau ngga, kenapa? Di departemenku, sekarang-sekarang ini, mereka lebih membuka peluang buat mencari calon PhD baru dari Eastern Europe. Dan bukannya dari Asia. Alasannya, orang-orang muda dari Eropa Timur lebih berani berdebat dan berani beda pendapat. Dan itu terang-terangan. Lha, dibandingkan temen-temen dari Asia, apalagi Indonesia, kita-kita ini, wahhh, gimana gitu rasanya kalau berdebat dengan supervisor sendiri.”

Begitulah, statement kawan saya saat itu. Aha, benar juga. Kenapa ya sedemikian susah? Masih ingat di kepala saya, kesan saya pada beberapa mahasiswa waktu saya mengajar dulu, mereka begitu takut untuk berbeda dengan dosennya. Padahal, udah dipancing-pancing. Masih ingat juga, gimana rasanya saya beda pendapat pertama kali dengan supervisor sendiri, waktu diskusi ide riset. Sampai akhirnya, ditengahi oleh supervisor yang lain, yaahh, kita lihat hasilnya saja nanti. Mana yang benar … Dan saat itu, saya bilang, upsss, sorryyy …. Dan tentu saja, langsung dikomentari, “O, you don’t need to say sorry, Nurul. It’s just discussion …But, I understand your culture”

Oo, does culture matter?

Mengutip buku Magnis-Suseno (1989; 61), digambarkan bahwa

“the highest virtue for a Javanese person is the preservation of harmony in society. One is supposed to have a harmonious relationship with nature, with other people and with the spiritual world. For a Javanese the cosmos is in all its dimensions a well-regulated whole. Harmony only exists if each element stays in the place where it belongs. … The Javanese people believe that if harmony is disrupted, wars, catastrophes, hazards and misfortune will occur. Therefore, it is in everyone’s interest to sustain the existing harmony or if it is disrupted, to rebuild it.”

Saya jadi ingat nasehat kolega saya, saat itu waktu kami sama-sama pegang lembaga penelitian dan sedang menangani konflik yang ada. “Rul, kalau bisa, jangan sampai membuat konflik frontal. Boleh berbeda, boleh saya tidak setuju, tapi caranya harus cantik, demikian katanya. 

Lebih lanjut, setidaknya ada empat prinsip dalam budaya Jawa untuk menjaga keharmonisan dalam hidup ini:

  1. One should always behave according to the traditions, customs, taboos, rituals and forms of reciprocal help that have been internalized through socialization, from childhood onwards. The relationships with nature and the spiritual world are especially regulated through these traditions.
  2. The other three principles are related to the behavioural codes of conduct, which a Javanese person has to take into consideration when he is communicating with other people. These codes determine what is and is not appropriate in particular situations.
  3. The Javanese people have to follow the traditional forms of politeness in order to assure harmonious interpersonal relationships.
    1. One should in every situation behave in a way that would not lead to open conflict named as the principle of conflict avoidance
    2. One should always show the appropriate form of respect in terms of language and gesture, according to the status of that particular person, named as the principle of respect.

So, budaya dimana kita tinggal dan dibesarkan, sangat mempengaruhi how we behave ya? Menurut Anda?

One thought on “Mahasiswa Indonesia dan budaya Jawa, terkaitkah?

  1. Kulo nuwun..

    mbak ayu.. kulo tiyang jawi. Mboten wantun ngritik. Namung puniko kok wonten cas cis cus wess ewess ipun .. puniko menopo mangsud-ipun nggih? Nyuwun pangapunten, kulo mboten saged coro landi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s