Semangatmu luar biasa Pak Pe!

Standard

Usianya boleh dibilang sudah tidak muda lagi, tapi semangatnya untuk berjuang dan tetap belajar, layak untuk dijadikan teladan.

Yang pasti, saya belum terlalu lama mengenal sosok beliau, Pak Pe. Hanya karena keadaan membuat kami jadi saling mengenal. Bertukar pikiran dan mengobrol mulai dari hal ringan dan berat, pun terjadi dalam berbagai kesempatan, bersama teman-teman yang lain. Sampai pada suatu ketika, saya dengan salah seorang rekan diundang makan malam di kost-kost-annya. Nyam-nyam. Bebek goreng dan sapi lada hitam. Yang jelas, ini bukan masakan beliau. Menjelang larut, obrolan pun sampai pada pertanyaan prinsipal, mengapa kita sama-sama ada di sini? Di Groningen ini? Apa yang dicari?

Bagi saya dan rekan saya, sebut saja Emil, dengan usia yang relatif masih muda, jenjang kehidupan kami masih panjang membentang. Meskipun kalau dipikir-pikir, bolehlah dibilang kami ini sudah mapan. Begitulah kira-kira, untuk tidak mengatakan sombong. Tapi kesadaran akan kebutuhan ilmu dan semangat yang besar, membuat kami sampai pada tahap ini. Dan di sini. Tapi bagi seorang Pak Pe, apa ya yang dia cari? Untuk seusia beliau, jelas beliau jauh lebih mapan. Sudah s2 dan sedang menempuh s3 juga di Indonesia. Punya usaha cukup mapan dan juga bekerja di universitas. Kurang apa? Jenjang karir sudah cukup tinggi, tinggal nunggu waktu jadi guru besar. Nah lho?

Apa yang membuatnya sangat kuat belajar kembali, meninggalkan segala kemapanan lahir dan batin di Indonesia. masuk di bangku kuliah s2, bergelut dengan tugas-tugas, perkuliahan, dengan rekan-rekan yang jauh lebih muda? Tiap hari ke kampus dengan naik sepeda onthel, padahal dulu, mobil Merci selalu menemani. Apa yang memotivasi itu semua?

Karena penasaran, saya pun bertanya: “Pak, apa yang Bapak cari sebenarnya?”
Dengan santai dia menjawab: “Sekian taun mengajar dan jadi konsultan, rasa-rasanya ilmunya itu-itu saja. Dan rasanya, sudah “habis” ilmu saya. Saya perlu mengisi dan mencari yang baru”. Waahh … dengan meninggalkan semua kemapanan Pak? Luarr biasa, begitu saya menyahut. Dia tersenyum. “Iya, tidak mudah, sangat tidak mudah. Tapi saya sangat menikmati proses sekarang ini. Dan keluarga sangat mendukung kok.” Great!!

Sungguh semangat belajar yang sangat luar biasa Pak Pe.
Mungkin kalau yang belajar terus itu adalah orang-orang yang masih relatif muda (seperti saya😉 , atau yang single, is nothing to be discussed. Tapi seusia beliau, sampai pada tahapan yang sekarang, sungguh luar biasa.

Jadi teringat, bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, bahkan sejak dari buaian sampai usia tua bahkan sampai liang lahat. Jadi kalau seorang Pak Pe saja punya semangat baja, harusnya kan kita-kita yang usianya lebih muda, semangatnya melebihi semangat baja, tentunya. So, never give up! Dan tetap semangat !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s