Menunggu kelahiran si mungil

Standard

Kelahiran siapa? Aha, tentu saja ini bukan kelahiran anak sendiri. Tapi meskipun begitu, karena kedekatan emosional, cukup membuat jantung berdegup lebih kencang.

Habis shubuh (Minggu, 10 Februari pukul 06.40 CET), handphone saya berdering. Kaget juga, siapa pagi-pagi begini telepon. Eh, terdengar suara khas suami tercinta. “Ma, tante mau melahirkan, ini sudah di klinik”. Wah, lalu tiba-tiba, terdengar suara khas, si mungil, “Mamah, tante udah mau melahirkan ini. Diperkirakan jam 1 siang waktu sini, Mah”. Begitu jelasnya terdengar sangat heboh. “Udah ya Mah”. Ok.

Telepon pun terhenti. Sejenak terlintas dalam pikiran, wah, wah, pasti sangat heboh suasana di klinik. Kebayang, gimana dulu rasanya melahirkan. Ngga nyangka Mila begitu antusias menyambut sang adik. Sambil berbenah menuju ke Assen, setelah satu jam lewat, tak ada kabar. Sampai di Assen, juga tak ada kabar. Bahkan setelah beberapa jam berlalu, masih juga tak ada kabar. Lalu ada sms masuk: “belum melahirkan. Masih menunggu.” Duh, lama amat ya …

Dan tepat pukul 16.47 CET, telpon berdering lagi. Aha, good news, suami mengabarkan bayi mungil itu, si ibu juga selamat. Hanya butuh istirahat. Ohh, syukurlah. Lega rasanya. Ahh, jadi pengin banget liat gimana wajahnya yaaa. Mirip siapa kah?

Anyway, selamat datang di dunia baru, bayi mungil … Alrafe Muhammad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s