Hebohnya Terracota Army of Xi’an

Standard

Minggu, 10 Februari 2008, saya dan teman-teman berkesempatan untuk mengikuti program trip internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan atau Pensiunan RuG. Tujuan utama adalah mengunjungi museum terakota tentara Kekaesaran Qin dan Han yang dibangun di Xi’an, di Drent Museum (http://www.drentsmuseum.nl/) di Assen, Groningen. Mengapa museum itu yang dipilih? Ini adalah bentuk apresiasi universitas pada perayaan Hari Besar Cina, Gong Xi Fa Chai. Dan tentu saja, di antara 30-an peserta, mayoritas yang ikut adalah mahasiwa-mahasiswa Cina.

Sampai di museum, kami diberi pemaparan menarik tentang perjalanan museum dan perjalanan kekaesaran Cina, Dinasti Xi’an dan Han, diselingi jamuan cake beraneka ragam, kopi dan teh hangat. Begitu selesai mendengarkan penjelasan, huwaaa … tak terbayangkan betapa besar kemegahan Xi’an yang ada.

Bagi masyarakat Cina terutama para kaisar, mereka percaya bahwa akan ada kehidupan yang akan dilalui setelah kehidupan di dunia ini. Untuk mempertahankan kehidupan yang ada abadi sampai hari nanti, seorang kaisar Cina di masa lalu (ie. Kaisar sengaja membangun kuburan bagi dirinya) dengan dikeliling oleh istana atas bumi dan bawah tanah yang begitu megah). Semua dipersiapkan, mulai dari luas lahan, posisi atau lokasi terhadap mata angin yang menunjukkan simbol-simbol kekuatan bagi dirinya, juga para prajurit dan segala hal-hal kecil lainnya. Semua dipersiapkan dengan matang, dan sangat-sangat detil. Ornamen, warna dan bentuk. Amazing. Saya tak habis pikir, betapa cerdasnya orang-orang yang ada dibalik semua itu, pada zaman itu merancang semuanya. Belum lagi, kalau dikira-kira berapa banyak tenaga kerja (paksa) yang dikerahkan untuk membangun sebegitu kemegahan hanya untuk jasad raja yang meninggal? Mm, merinding rasanya mendengarnya.

Terlepas dari itu semua, kita memang perlu mengakui begitu besar kebudayaan Cina. Pantas, Cina sampai sekarang masih jaya dimana-mana. Jadi pengin pergi ke Cina. Sempat terpikir juga, dengan Astana Giri Bangun yang ada di Solo. Ah jangan-jangan kemegahannyaakan menjadi suatu kehebohan bagi generasi anak-anak saya nanti. Will see 

Selesai mengunjungi semua koleksi, kamipun keluar museum menuju restauran De Jong, untuk makan siang. Sampai di luar, saya sempat tertegun. Wah, ternyata yang antri menuju ke museum, bejibun. Panjangnya antrian mencapai 25 meter. Wow, saya sangat impress dengan apresiasi masyarakat Belanda terhadap nilai sejarah. Di hari minggu, mereka gunakan untuk melihat-lihat kebudayaan, dan mau antri cukup lama hanya untuk masuk ke museum, yang sebenarnya tidak terlalu besar, baunya tidak segar … tapi semangatnya, layak diacungi jempol. Pantas saja, Eropa selalu jadi center budaya, karena masyarakatnya sangat-sangat mengapresiasi nilai sejarah. Wah jadi pengin ajak keluarga lihat-lihat museum di Indonesia ah. Hmm, museum apa ya …

2 thoughts on “Hebohnya Terracota Army of Xi’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s