We know more than we can tell

Standard

“Kita mengetahui lebih dari apa yang dapat kita katakan”. Ya, pernyataan yang sangat menarik dan cerdas dari Michael Polanyi (1966, h. 136) dalam bukunya Tacit Dimension. Bagi mereka yang menekuni bidang manajemen pengetahuan dan sebangsanya, siapa yang tidak kenal dengan penulis dan penggagas ide tacit knowledge ini. Hampir semua paper dan tulisan ilmiah terkait dengan manajemen pengetahuan, selalu merujuk nama penulis ini.

Apa itu tacit knowledge?
Penyataan di atas, sangat jelas namun tak mudah untuk menjelaskan apa yang dimaksud sebenarnya (Polanyi, 1966). Sebagai misal, kita mengetahui wajah seseorang, bernama A, dan kita dapat mengenali orang tersebut dari sekian banyak ribuan, bahkan milyaran orang di muka bumi ini. Akan tetapi, biasanya kita tidak dapat mengatakan dengan mudah, bagaimana kita dapat mengenali wajah orang A tersebut dan menjelaskannya. Alhasil, hampir semua pengetahuan yang kita ketahui tersebut, tidak dapat kita tuangkan dalam kata-kata. Jika dalam sebuah kasus kejahatan, dan kita sebagai saksi, maka biasanya polisi akan memberikan beberapa gambar wajah untuk membantu kita mengatakan apa yang kita ketahui. Dengan metode ini, mungkin berhasil, mungkin tidak. Tetap saja, metode yang diterapkan pihak kepolisian tidak mengubah kenyataan bahwa: kita tahu lebih banyak dari yang dapat kita ucapkan.

Contoh lain, misalnya, kita bisa mengetahui physiognomy (karakter seseorang dari apa yang dapat kita lihat – contohnya wajah). Dari wajah, kita terkadang dapat mengenali mood/kondisi psikologis seseorang pada saat itu, tanpa dapat kita jelaskan mengapa kita dapat mengetahui, dari tanda-tanda tersebut yang dapat kita tangkap.

Itulah yang disebut dengan tacit knowledge. Pengetahuan yang kita ketahui dan biasanya tidak tersedia dalam dokumen, manual tertulis lainnya. Kita dapat mengetahuinya, dari yang kita lihat, yang kita rasa dan yang kita alami. Dan tentu saja, hampir semua kita akan mengetahui lebih banyak dari yang dapat dikatakan. Benarkan? So, jangan anggap remeh lawan bicara kita. Bisa jadi, dia tau lebih banyak dari yang dia bisa katakan …

Sumber: Michael Polanyi (1966), Tacit Dimension

One thought on “We know more than we can tell

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s