Menyoal gerakan anti Islam ala Geert Wilders

Standard

Berikut adalah cuplikan diskusi bulanan deGromiest yang Sabtu, 8 Maret 2008, menampilkan bahasan yang sedang hangat-hangatnya di Belanda yaitu reaksi atas aksi Si Aktor Anti Islam terkenal, Geert Wilders yang berasal dari Partai of Free (sayangnya no freedom for Islam).

Terjadinya fenomena Wilders di Belanda ini, selain dikarenakan adanya sekelompok orang-orang Marokko dan Turki dan gambaran media2 Barat yang negatif tentang Islam, juga dikarenakan Belanda sedang mengalami krisis identitas. Mereka pun sebenarnya tidak tahu budaya mereka yang sebenarnya itu budaya yang bagaimana. Hal ini dikarenakan banyak masuknya budaya-budaya dari luar. Hal ini bisa dilihat dari pernikahan pangeran Willem Alexander dengan Maxima dari Argentina, pernikahan Ratu Beatrix dengan orang Germat Aristokrat, Prins Claus. Ibunya Beatrix pun menikah dengan Prins Bernhard yang notabene orang Jerman. Sebelumnya pernah pula ada yang menikah dengan orang Russia. Di abad ke 17 atau 18, Amsterdam dihuni oleh 70% orang luar negeri. Hal ini mengakibatkan orang-orang Belanda mengalami krisis identitas dan menumpahkan semua masalah kepada orang muslim, karena mereka adalah pihak minoritas di Belanda ini.

Hal ini dengan sendirinya akan terselesaikan seiring dengan waktu. Waktu yang akan menyelesaikan masalah seperti ini. Seiring dengan banyaknya orang-orang Islam yang duduk di kabinet pemerintahan, maupun juga makin banyaknya orang-orang muslim dan muslimah yang sukses di profesinya masing-masing seperti pengacara, accountant, dokter, actuaris, investment banker, para peneliti2 di universitas, pengusaha2 dan lain-lainnya (lihat Times, February 2008), hal ini akan bereffect positif bagi citra Islam di dunia Barat. Namun juga hal ini tidak automatis terjadi, tetap perlu adanya usaha dari pihak2 yang terkait, baik itu muslim ataupun pihak orang Belanda sendiri. Dari pihak muslim, kita tunjukkan nilai-nilai islami yang indah dalam praktek sehari-hari. Pihak Belanda pun harus mencoba untuk mengenal dan mengerti budaya baru yang hadir di masyarakat Belanda ini. Tidak sekadar mempertahankan stereotip yang buruk akan Islam, namun perlu juga melihat secara kritis apa sebenarnya yang diajarkan oleh Islam tersebut. Hal ini akan dipermudah seandainya umat-umat Islam yang ada di Belanda maupun di seluruh dunia dapat memperlihatkan keindahan, kebaikan, keramahan, kedamaian dan kesejukkan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana sikap/tindakan kita dalam menghadapi image Islam yang negatif di negeri Belanda (dan negeri2 barat) ini pada umumnya dan ucapan-ucapan Geert Wilders yang menghina Islam pada khususnya.

Kita harus mencoba mengambil pelajaran dari bagaimana rasulullah saw menyebarkan Islam dengan cara yang indah dan damai di Madinah. Kita sebagai umat islam harus mengaca pada diri sendiri, apakah selama ini kita sudah mempraktekan dan memperlihatkan nilai-nilai islami yang indah dan menyejukkan hati? Kita (baca: muslim dan muslimah) sebagai duta besar Islam, di pundak kitalah terletak tanggung jawab untuk memperlihatkan kepada dunia nilai-nilai Islam yang indah, ramah, damai dan menyejukkan qalbu. Tidak hanya dengan perkataan2, namun juga dengan perbuatan2 yang nyata. Dengan sendirinya image Islam akan menjadi indah, apabila penganut-penganutny a mempraktekkan nilai-nilai islami yang indah. (Sugihartono, 2008 dalam milis deGromist)

Bukannya Islam itu kan rahmatan lil alamin.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s