Kesulitan air di Groningen?

Standard

Di bagian belahan bumi lain, sebut saja di Gunungkidul, misalnya, kelangkaan air mungkin sudah menjadi bagian dalam kehidupan. Akibat musim panas yang bekepanjangan, susah mendapatkan air bersih. Tapi di Negara maju, seperti Belanda, dengan infrastruktur air yang sangat baik, tidak ada badai, tidak ada banjir, tidak ada bencana yang mengawali, pagi ini (Senin, 10 Maret), masyarakat dihebohkan dengan kelangkaan air. Bagaimana tidak? Karena adanya kerusakan pipa air di daerah Elde, bagian utara Belanda. Kok bisa ya? Bagaimana sistem pemeliharaan yang diterapkan? Di negara maju gitu lho. Alhasil ini membuat hampir semua saluran air di daerah Groningen dan sekitarnya tidak mendapatkan pasokan air sama sekali. Hal ini terjadi sejak dini hari. Kondisi semakin parah, karena hampir semua penduduk tidak mengetahui sebelumnya. Dan juga, sistem di perumahan, perkantoran dan instansi lainnya, tidak mempunyai penyimpan cadangan (tandon), seperti yang ada di Indonesia. Jadi kalau pasokan air dari PDAM mati, masih lah ada sedikit air cadangan. Lha ini? Maka heboh itu sudah pasti. Karena mengganggu jadwal “piket pagi hari” sebagian besar manusia.

Maka saja, begitu toko buka sekitar pukul 8 pagi, berbondong-bondong orang membeli air dalam botol-botol besar untuk persediaan. Kegiatan perkuliahan, persekolahan, perkantoran dan lainnya hamper ditutup, dengan alasan tidak ada sanitasi, dan keamanan gedung karena khawatir ada kebakaran sementara air tidak ada.

Untungnya, perlahan namun pasti, air mulai sedikit demi sedikit mengalir. Ohh, syukurlah. Air, oh air …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s