Setelah sekian lama …

Standard

Adakah yang berubah setelah waktu berlalu cukup lama? Hmm, jawabannya sudahlah pasti. Dan itu rasanya yang saya alami, kemarin. Tak terasa, sejak saya memasuki “masa tugas belajar”, artinya saya bebas dari kewajiban mengajar, tetapi justru sebaliknya, menjadi mahasiswa lagi. Awalnya tentu tak mudah. Terbiasa mendelivery informasi, dengan status mahasiswa menjadi pihak yang menerima informasi. Diisi dengan hal-hal baru. Berkutat dengan paper dan kewajiban sebagai mahasiswa. Saya yakin, sesama mahasiswa sudah tahu maksud tulisan saya ini.

Nah, setelah masa berlalu lebih dari satu tahun, terbebas dari kewajiban mengajar, pada kesempatan kali ini, saya diamanhi untuk ‘mengajar’. Hmm, ada yang aneh ketika memasuki kelas pertama kali. Malamnya pun, ketika mempersiapkan silabus, ada yang aneh, berdesir di dada. Hmm, bukan aneh pada materi yang baru. Jelas, materi yang akan diajar, ini adalah materi ajar yang sudah digeluti sekian tahun. Jadi, bukan barang baru. Tapi, mungkin karena sudah setahun tidak mengajar, tidak mempersiapkan materi, tidak bertemu wajah-wajah mahasiswa, jadi … rasa aneh itu muncul.

Dan benar saja, ada kenikmatan tersendiri begitu memasuki ruangan kelas. Bertemu dengan wajah-wajah segar yang haus akan ilmu, wajah-wajah yang penuh aura semangat. Nikmat rasanya mengajar, setelah sekian lama ‘off’. Apa ini juga berarti hidup perlu variasi? Ada kalanya diisi dengan udara segar, ada kalanya berbagi apa yang dimiliki?

Setelah sekian tahun tak mengajar, sungguh nikmat rasanya masih bisa berbagi. Alhamdulillah, masih Tuhan beri saya kesempatan untuk berbagi.

3 thoughts on “Setelah sekian lama …

  1. Wah baru satu tahun off terasa menggairahkan lagi untuk mengajar, menekuni sesuatu dalam waktu lama memang di butuhkan kekuatan untuk setia. Sama seperti kita dengan pasangan kita, bila hanya monoton, maka akan terasa hambar.. betul kan ???. Mungkin apa yang dirasakan mb nurul bisa menjadi masukan untuk kurikulum di Indonesia, bahwa guru/dosen akan lebih bersemanagt belajar bila ada jeda waktu / variasi mengajar. Bila dosen bersemangat dan menciptakan variasi baru, maka otomaticly akan tertular kemahasisiwanya.
    Mb, saya ada pertanyaan sedikit, mungkinkah lulusan perguruan tinggi diarahkan menjadi seorang wirausaha??… karena saya sangat prihatin sekarang ini, banyak sarjana yang menganggur?, hampir 90% dr mereka bertahan ingin menjadi PNS dan karyawan, mereka gengsi untuk menjadi seorang wirausaha…padahal negara ini membutuhkan jiwa2yang mampu menciptakan lapangan kerja. Mb Nurul kan riset ke pengusaha -pengusaha, mungkin ada kelebihan mereka yang bisa di gabungkan dengan kemampuan mahasiswa? sy juga seorang sarjana, ibu rumah tangga, dan wirausaha…saya bayangkan seandainya separo saja sarjana kita bisa mandiri dengan wirausaha dan mempunyai 1 karyawan, maka berapa tenaga penganggur yang bisa dikurangi…. kebayangkan ???
    menurut saya pribadi, pendidikan kita dari keluargalah yang membentuk murid-murid untuk bergantung pada orang lain, Dalam keluarga saya sejak kecil selalu di dengungkan untuk bisa menjadi PNS.. dengan alasan hidup terjamin, tdk bisa diPHk dll yang manis2…, setelah dewasa sekarang saya bisa melihat dampaknya, banyak orang rela menjadi honorer (nggak tahu kapan diangkat??), dan yang paling besar adalah TAKUT untuk MANDIRI. Sy memang tdk mau mengikuti tes PNS karena terlalu repot untuk berdesak2an (walaupun sempat kelimpungan melengkapi syaratnya) dan kebetulan waktu itu saya sdh bekerja swasta.
    Ehh… kok nglantur, jadi hubungan dengan topik diatas, adalah mengharmonisasi dan memperbaharui PIKIRAN kita, sehingga kita terus merasa dinamis, tidak stag pada suatu tujuan atau pekerjaan. sudah cukuplah… nanti disambungg lagi. salam buat keluarga and good luck

  2. Betul Bu Andira. Ternyata, membuat variasi dalam berbagai hal terutama pekerjaan, membuat aktivitas yang dilakukan menjadi terasa lebih bermakna. Setidaknya ini yang sebenarnya saya alami. Mudah-mudahan, memang semangat saya membawa perubahan di kelas. Amin.

    Perlu diketahui, setelah krisis ekonomi memuncak, dengan tingkat pengangguran semakin tinggi, ada semacam kesadaran dari pihak PT didorong oleh Pemerintah juga, untuk menggalakkan semangat usaha. Alhasil, banyak kegiatan berbasis pada wirausaha. Mulai level kemahasiswaan bahkan sampai masuk dalam kurikulum. Matakuliah kewirausahaan menjadi salah satu materi wajib mahasiswa ekonomi dan non-ekonomi di UGM (misal di Fak. Peternakan, Kedokteran dan lainnya). Mudah-mudahan tidak sekedar wacana. Karena bagaiemanapun, saya yakin pengusaha yang ‘berilmu’ akan lebih bisa berkarya, dibandingkan yang tidak, khususnya untuk era persaingan seperti ini. Meskipun, pengalaman, kesungguhan dan kerja keras merupakan faktor utama sukses tidaknya usaha itu sendiri. Apapun usahanya, kalau serius, pasti sukses. Tidak hanya wirausaha, apapun profesinya, serius itu jaminan kesuksesan.

    Seperti apa yang dijalani bu Andira saat ini, saya yakin, pasti karena keseriusan. Sukses ya buat usaha dan kehidupan keluarga. Salam dan tetap semangat.

  3. Asslmkm Bu, wah ternyata ibu nervous juga ya udah lama nggak ngajar, sama donk, saya juga nervous besok mo presentasi, hehehe, tapi thanks bu, ibu menjelaskan mata kuliahnya enak kok, mudah nangkep gitu, sukses selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s