Arti kemenangan …

Standard

“Wah, nanti kalau hadiahnya udah dapet, seperempatnya, buat dik Rara …”
Seperempat bagaimana? Tanya saya dan papanya, pada si kecil.
“Iya, seperempat dari hadiah aku, Mah. Soalnya, kan aku dapat hadiah ini juga dari dik Rara. Kan dik Rara yang kasih info ada lomba Komik, Mah. Iya kan?!”,

Begitulah penjelasannya bertubi-tubi. Sangking semangatnya, mau dapat hadiah.😉.

Itulah sekilas rekaman pembicaraan saya, suami dan si kecil, kemarin malam (Minggu, 1 Juni 2008), pada saat kami berangkat menuju lokasi tempat penyerahan hadiah lomba Komik Ibu dan Anak yang diadakan oleh salah satu Bank BUMN di Yogyakarta.

Terus terang, saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya tersebut, saya dan suami sempat saling memandang dan tersenyum, nyengir. Kaget juga. Ngga nyangka, di usianya yang masih beranjak ke angka 9, sudah terbersit dalam pikirannya arti peran seseorang dalam sukses yang dia dapat (menang lomba). Dalam hal ini, teman kecilnya. Bagaimana tidak? Informasi lomba dan berkas materi lomba yang diikutinya kemarin, dia dapatkan dari teman kecilnya itu. Yang kebetulan sudah sempat berkunjung ke Pameran Komik dan mungkin tahu kalau Mila suka menggambar. Lalu berbaik hatilah, Rara membawakan berkas itu ke rumah. Dan setelah ikutan lomba, ehhh … Mila masuk jadi pemenang.

Sebagai manusia, jelas, keberadaan kita tidak pernah lepas dari keberadaan orang lain yang ada di sekitar kita. Setuju atau tidak, disadari atau tidak, dan diakui atau tidak, kehidupan kita tidak akan lepas dari bantuan orang disekeliling kita. Tak ada satupun kita yang sebenarnya tanpa bantuan orang lain. Tanpa bantuan campur tangan orang lain. Entah itu yang riil, bantuan modal uang, bantuan tenaga. Atau hanya berupa doa yang selalu dipanjatkan oleh orang-orang yang memperhatikan dan menyayangi kita. Merekalah semua ini yang membuat perjalanan kehidupan ini menjadi lebih bermakna, lebih dari sekedar sukses dari karir dan materi yang didapat.

Jika hati ini terbuka, masih pantaskah kita berujar kalau kesuksesan/kemenangan yang kita dapatkan selama ini, adalah karena kita yang selalu bekerja keras? “Tau ngga, aku bisa mencapai sampai posisi ini, karena jerih payahku, bukan orang lain!! Ngga ada hubungannya dengan lembaga atau siapapun.” Pernyataan yang kadang sering saya dengar. Jika dari pikiran anak berusia 8,5 tahun saja terbersit pengertian peran orang lain dalam suksesnya, masa’ iya, kita lupa peran semua pihak yang nyata dan tidak nyata, yang membuat kita, masih bisa ’berdiri’ sampai sejauh ini. Rasanya, tak ada yang bisa dilakukan, selain: terima kasih.

5 thoughts on “Arti kemenangan …

  1. asslmlkm..salam kenal…
    senang ya punya anak yang masih kecil tapi dah bisa berpikiran bijaksana dan dapat mengingatkan kita dengan keberadaan kita kl kita tidak hidup sendiri

    moga mila jadi anak yang sholehah ya Mba…
    salam..

  2. Ass. Wr. Wb. Salam kenal juga Pak Basyirah Ainun. Terima kasih atas doanya. Saya sangat mengamini doa yang Bapak panjatkan. Amin Allahumma Amin. Salam, Nurul

  3. Assalamu’alaykum, salam kenal bu, saya mantan mahasiswanya Pak Fathul, saya sudah ngliat lukisannya di blognya mila, lukisannya ternyata bagus2:)…. jadi inget dulu waktu kecil jg seneng ikut lomba lukis

  4. Ass. Mas Fajar. Salam kenal juga dari saya. Terima kasih sudah menyempatkan mengunjungi blog si kecil. Wah senang melukis juga ya ternyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s