Does knowledge impact an innovation of a firm?

Standard

Pengetahuan (knowledge) merupakan sumber utama bagi inovasi menuju tercapainya keunggulan kompetitif. Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan seperti saat ini, diakui atau tidak, perusahaan tidak hanya bisa menyandarkan pada kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya saja, tetapi juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan yang digali dari pihak luar. Pengetahuan-pengetahuan tersebut merupakan pengetahuan komplemen atau pelengkap yang diperoleh dari berbagai pihak di luar perusahaan.

Survei terbaru yang dilakukan pada 100 perusahaan pengembang software di empat kota di Indonesia (yaitu Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang) menunjukkan sumber-sumber pengetahuan utama yang menunjang inovasi di perusahaan adalah dari Internet, diikuti dari pembeli/customer dan dari pesaing.

Beberapa kutipan hasil wawancara mendalam dengan beberapa pengusaha software: “So far, no barriers to obtain knowledge. All are already available in the Internet, indeed. We just write what we need, and zappp… all information are available. Just find which is important and useful for our company.” Other firm’s owners indicate other external sources of knowledge and importance of relationship with other parties. “So, we never consider other firms as competitor, even, they can be our business partner. We also get information form them either directly or indirectly.”

Lebih spesifik, ditinjau dari inovasi yang dilakukan, inovasi produk lebih banyak dihasilkan/dilakukan oleh perusahaan software dibandingkan inovasi proses dan organisasi (termasuk didalamnya inovasi pasar). Hal ini dapat dimengerti karena karakter utama bisnis software yang ada di Indonesia masih sangat tergantung pada apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen/buyer. Dengan demikian, model bisnis yang banyak dijalankan adalah bagaimana sebisa mungkin menyediakan produk-produk yang menjadi kebutuhan konsumen (order-based oriented). Selain itu, muatan atau konten pengetahuan (ie. pengetahuan tentang produk/desain, pasar dan administrasi/manajemen) mempunyai yang kuat terhadap inovasi produk/jasa dan organisasi yang dilakukan perusahaan.

Jika dikaitkan dengan keberadaan departemen R&D seperti yang kebanyakan dapat dijumpai di perusahaan-perusahaan berskala besar, tampaknya keberadaan departemen ini belum memberikan impak yang siginifikan terhadap inovasi di perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena departemen yang ada masih belum dipandang sebagai departemen yang ideal, atau peran departemen belum optimal seperti yang ada di perusahaan-perusahaan berskala besar. Dengan kata lain, due to the lack of independence and due to the lack of independence and flexibility in executing the idea of innovation. Aspek keuangan masih saja dikeluhkan sebagai salah satu hambatan utama dalam mendapatkan pengetahuan dari luar.

Demikian adalah, ringkasan hasil sementara survei tentang perusahaan pengembang software di Indonesia terkait dengan aksesnya pada pengetahuan dan inovasi yang ada di perusahaan. Yang telah diuraikan di atas merupakan bagian dari paper yang berjudul “Does knowledge matter? The impact of external knowledge on innovation in Indonesian sofware firms” yang akan dipresentasikan pada salah satu internasional konferensi di Bali, Agustus mendatang. Tertarik lebih lanjut akan ulasannya, tunggu tanggal mainnya ya.😉

2 thoughts on “Does knowledge impact an innovation of a firm?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s