Ketika bad luck menjadi good luck …

Standard

Malang tak dapat ditolak dan dihindari, begitu bunyi salah satu kata bijak yang pernah saya dengar. Mungkin itulah gambaran ‘rezeki’ yang diberikan dan sudah ditentukan oleh Yang Maha Kehendak. Yah, siapa sih yang mau mengalami bad luck. Ternyata, saya pun mengalaminya. Tepat di momen-momen yang semuanya sudah dipersiapkan dengan matang dan diperkirakan tak bakal ada hal unexpected occurs. Nyatanya?

Kejadian ini berlangsung saat saya harus presentasi paper pada sebuah konferens di Bali, beberapa waktu lalu. Jauh hari materi sudah disiapkan, termasuk konsep presentasi. Yah standar persiapan seperti yang sudah sering saya lakukan. Maklum, saya termasuk orang yang selalu striving for excellence, meskipun yah tak ada yang namanya sempurna. Hard to believe! Apalagi presentasi kali ini, di depan salah satu supervisor saya yang juga datang di konferens tersebut. Mistakes are strictly not acceptable, begitulah pikiran saya. Ternyata, semua hal tidak bisa diukur dengan rasio. Dan benar saja, jauh di luar dugaan, karena semua sudah well-settled and well-prepared, kok ya `ujug-ujug` (dalam bahasa Indonesia, tiba-tiba = sekonyong-konyong), baru beberapa menit presentasi, laptop panitia turn off sendiri. Unbelievable! Dari sekian banyak yang sudah presentasi dalam beberapa hari sebelumnya, the laptop was so fine. Bahkan, presenter sebelum saya juga tidak mengalami hal serupa. Sungguh, di luar bayangan. Presentasi yang sedang semangat-semangatnya ini, sempat terhenti … really destruct my mind. How then I start again?

Akhirnya, karena limited time, presentasipun manual. Bayangkan! Dan alhamdulillah, entahlah, ada kekuatan yang lain, yang membuat rasa nervous sudah melayang. Hehe. Malah terkekeh-kekeh sendiri dengan ‘nasib’ yang menimpa. Akhirnya selesai juga presentasi. Hanya saja, rasa upset dan disappointed masih tersisa. Begitu upset, karena andaikan tidak ada technical problem, saya lebih bisa bercerita ke audiens, dan harapannya dapat masukan/input dari audiens. Ini yang ditunggu-tunggu. Tapi, lagi-lagi, tak ada yang bisa menolak hal buruk. Selain menerima dan menikmati … hehehe, meskipun pahit.

Konferensipun berakhir. Dan tak disangka, pada pengumuman best presenters, saya kok ya bisa masuk salah satu best presenter (bukan bermaksud nyombong). Pada saat maju menerima award, saya terkekek-kekek terus mengingat semua yang terjadi. Theo, supervisor saya waktu itu bilang, … See Nurul, your bad luck, now, become your good luck. You deserve to get it! … Ahh, saya jadi ingat, seorang motivator pernah bilang, jangan pernah abaikan arti penderitaan, karena dibalik itu, muncul kesuksesan. Hmm … Thanks God for everything!

6 thoughts on “Ketika bad luck menjadi good luck …

  1. wah…wah…saya jadi merasa beruntung ni berkesempatan ngrasain di ajar OM ama bu nurul…wong di bali aja jd best presenter huehe..slamat ya bu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s