Artistpreneur

Standard

Artistpreneur, itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan sosok Seniman Godod Sutejo. Dengan goresan tangannya yang cukup unik dengan karakteristik pelukis alam damai, menjadikan Godod dikenal di kalangan seniman tanah air. Lihat saja galeri seninya di http://www.gododgallery.com

Kemampuan seniman untuk menggabungkan kreativitas menjadi sesuatu yang laku di pasar, merupakan tantangan tersendiri, bahkan pertarungan antara idealisme dan tuntutan pasar. Relakah seniman menjadikan karya seni sebagai produk komoditas? Tampaknya ini yang dialami oleh Godod. Dengan tanpa mengurangi idealismenya sebagai seorang seniman Yogyakarta, Godod aktif menggelar berbagai pameran seni, melibatkan seniman-seniman muda dan terkenal nasional, untuk membangkitkan dan menyadarkan bahwa karya seni perlu diberikan media khusus untuk dikenal di masyarakat. Disamping itu, Godod juga mengembangkan aktivitas bisnis pendukung (pigura lukisan). Aktivitas ini menjadi salah satu pendukung aktivitas utamanya (seni lukis).

Bagaimana produk atau karya seni dipandang dari kaca mata bisnis? Pada dasarnya, karya seni merupakan karya yang menyasar pasar khusus (very segmented), yaitu mereka yang mempunyai apresiasi seni. Perpektif awal seorang seniman dalam memandang sesuatu termasuk memposisikan karya seni, akan mempengaruhi aktivitas bisnis selanjutnya. Apakah seni untuk seni? Atau ada perspektif lain, menjadikan seni sebagai sebuah komoditas, yang bisa dipasarkan untuk segala kalangan.

Jika demikian, seni seharusnya tidak hanya dipandang untuk seni. Seni harus melompati pagar tradisionalnya. Seni dapat dibingkai untuk pembangunan: seni untuk pengentasan kemiskinan, seni untuk pemberdayaan perempuan, seni untuk kritik sosial, atau seni untuk pengembangan ekonomi. Singkatnya, seni yang memberikan kebebasan menggunakan pilihan yang dipunyai pegiatnya.

Tantangan bagi artistpreneneur adalah keberlanjutan karya. Mengingat karya seni melekat pada sosok seniman. Bagaimana hal ini kemudian dikelola? Kacamata konvensional pada dunia bisnis dalam memandang keberlanjutan nampaknya tidak bisa serta merta digunakan. Bagi Godod, keberlanjutan tidak hanya melekat pada dirinya atau bisnis, tetapi bisa diteruskan oleh siapa saja, tidak harus oleh anaknya, misalnya. Seniman-seniman muda didikannya kelak akan melanjutkan ide-ide Godod dalam bisnis seni.

Apakah ini pandangan umum artistpreneur? Ini memicu diskusi lanjutan yang menarik. Yang jelas, ada perbedaan cara pandang terhadap kreativitas antara dunia seni dan bisnis. Kreativitas dalam seni berarti baru; dalam bisnis berarti baru dan laku.

Catatan Bincang Bisnis, 10 April 2013 (TVRI Yogyakarta) dengan Seniman Godod Sutejo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s