Kreativitas dalam Bisnis Hijau

Standard

Perca, menurut kamus bahasa Indonesia berarti sisa-sisa kain yang sudah tidak digunakan dari suatu proses produksi. Siapa sangka bahan sisa-sisa produksi ini menjelma menjadi sesuatu yang bernilai dan laku pasaran. Perlu seseorang dengan kreativitas tinggi untuk mengubah sesuatu yang dianggap tidak berharga menjadi bernilai. Itulah yang dilakukan oleh M. Mahmud di Rumah Perca yang didirikannya pada tahun 2006. Mahmud cukup cerdas membaca adanya peluang ini dan dengan kreativitas yang dimilikinya, kain-kain yang terbuang dapat disulap menjadi hal yang menguntungkan.

Mahmud bersama dengan sekitar 20 perajin berkreasi menghasilkan berbagai produk seperti sprei, selimut, sarung bantal dan guling, serta berbagai pernak-pernik dari bahan perca. Bahan baku utama produknya didapatkan dari sisa-sisa atau limbah perusahaan garment yang berasal dari sekitar Yogya dan utamanya dari Jakarta dan Bandung. Mahmud memiliki jejaring yang bagus dengan perusahaan garment ini, sehingga selama ini belum ada permasalahan kelangkaan bahan baku. Continue reading

Jangan main-main dengan merek

Standard

What’s a name? Apalah arti sebuah nama, demikian menurut sastrawan terkenal, William Shakespeare. Bagi sebagian orang, nama mungkin tidak bermakna apapun. Namun, bagi sebagian lainnya, nama menjadi sangat penting dalam banyak hal, terutama untuk konteks bisnis.

Nama, label atau merek yang merupakan identitas pembeda. Bagi orangtua, nama pada anak merupakan doa dan harapan ke depan. Bagi perusahaan, nama menjadi representasi nilai yang ditawarkan yang membedakannya dari perusahaan-perusahaan lain. Nama mencerminkan reputasi tertentu. Dengan reputasi yang baik, nama dapat menjadi alat promosi agar produk yang dihasilkan menjadi lebih dikenal. Lebih dari itu, dengan nama tidak menutup kemungkinan menjadi rangsangan untuk investasi. Singkat kata, nama/merek dan bagaimana merek dipilih yang melekat pada suatu produk menjadi sangat krusial. Alih-alih untung besar, salah memberikan nama akan berujung pada kegagalan suatu produk menembus pasar. Continue reading